Didukung oleh sejumlah proyek yang potensi diraih, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membidik nilai kontrak baru senilai Rp2,6 triliun hingga akhir kuartal I/2021.

Waskita Targetkan Kontrak Rp2,6 Triliun

Menurut SVP Corporate Secretary WSKT, Ratna Ningrum estimasi target nilai kontrak baru perseroan hingga kuartal pertama 2021 dipatok Rp2,6 triliun. Kontrak tersebut akan terdiri dari proyek pemerintah seperti jaringan kereta api, jaringan gas, bangunan air, jalan, dan jembatan.

Sampai dengan saat ini beberapa proyek dengan nilai kontrak besar masih dalam proses tender. Sedangkan, pada akhir tahun lalu WSKT menargetkan perolehan kontrak baru senilai Rp31,6 triliun pada 2021.

Target nilai kontrak baru itu naik 16,6 persen dibandingkan target NKB pada 2020 yang senilai Rp27,1 triliun. Sementara, di sepanjang 2020 WSKT mencatatkan total nilai kontrak senilai Rp66,65 triliun.

Di dalamnya terdapat kontrak  carry over  senilai Rp39,5 triliun dan prognosa nilai kontrak baru Rp27,1 triliun.
Sebagian besar kontrak baru tersebut didapatkan dari proyek infrastruktur konektivitas seperti jalan tol, jalan, pelabuhan, jalur kereta api, LRT, dan bandara.

Selanjutnya, WSKT juga mendapatkan kontrak dari proyek EPC dan industri seperti transmisi, tenaga listrik, pipa gas, precast dan baja, serta plantation. Sementara sebagian kecil kontrak baru didapatkan dari proyek infrastruktur sumber daya air dan gedung.

Tahun 2021 Terlihat Positif

Direktur Utama WSKT, Destiawan Soewardjono menyebut untuk target kontrak baru tahun ini senilai Rp31,6 triliun. Pihaknya akan fokus pada pasar eksternal atau proyek yang berasal dari pemerintah (APBN /APBD), BUMN, dan swasta termasuk di luar negeri.

Secara persentase proyek WSKT dari pemerintah sebesar 30 persen, BUMN sebesar 25 persen, swasta sebesar 22 persen, dan sisanya proyek pengembangan investasi baik di sektor tol maupun non tol.

Baca juga: Target Nikel ANTM Terlihat Optimis, Berada di Atas 50%

Hingga saat ini sentimen positif terhadap WSKT belum terlihat kuat sehingga sahamnya masih terus bergerak berkonsolidasi sejak awal Februari 2021.

Konsolidasi saham tersebut terjadi di sekitar Rp1.400 dan juga Rp1.600 yang nampaknya akan selesai jika terjadi satu dorongan positif atau negatif.

Saat ini sentimen dari target kontrak dapat berujung positif jika dilakukan secara konsisten. Namun, dampaknya kemungkinan besar masih akan dirasakan dalam beberapa waktu ke depan.

Dilansir dari IPOT NEWS

Tags: