The Fed telah menetapkan pandangan dovish atau ekspansif dalam kebijakan moneter Bulan Februari 2021. Pernyataan ini dikeluarkan setelah rapat FOMC yang publikasinya resmi dikeluarkan 02.00 WIB hari ini bersama pidato Jerome Powell.

The Fed Masih Dovish

The Fed terlihat masih memiliki pandangan ekspansif terhadap kebijakan moneter ke depannya. Pandangan ini telah ditetapkan secara resmi melalui rapat FOMC atau komite pasar terbuka dari Bank Sentral Amerika.

Pandangan ini juga sudah ditegaskan oleh Jerome Powell, Gubernur Bank Sentral Amerika, melalui pidatonya setelah rapat FOMC dini hari ini. Saat ini Bank Sentral Amerika masih akan melanjutkan kebijakan ekspansifnya dan belum memperlihatkan tanda melambat.

Salah satu contoh nyatanya adalah melalui penetapan suku bunga acuan yang masih akan berada di sekitar 0% hingga 0,25% sepanjang Bulan Februari 2021 ini. Selain itu, kebijakan ekspansif melalui operasi pasar terbuka terlihat masih akan terus berlanjut.

Bank Sentral Amerika masih terlihat akan melanjutkan operasi pasar terbuka melalui pembelian obligasi bank swasta yang dikabarkan akan mencapai $120 Miliar per bulan. Transaksi ini terjadi bersama Joe Biden yang akan mengeluarkan dana stimulus sebesar $1,9 Miliar.

Oleh karena itu, kemungkinan besar ke depannya nilai dari Dolar Amerika akan terus bergerak turun. Hal ini disebabkan jumlahnya yang kemungkinan besar akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Dampak terhadap Dolar Amerika

Pembukaan hari ini memperlihatkan bahwa Indeks Dolar Amerika (DXY) terbuka merendah dengan pergerakan turun yang masih membentuk candlestick merah hari ini. Pergerakan ini masih wajar akibat dampak dari berita yang terlihat signifikan.

Nampaknya pergerakan ini akan terus terjadi sehingga ke depannya nilai Dolar Amerika nampaknya akan terus tergerus oleh beberapa mata uang utama. Tetapi nampaknya aset umum lain seperti saham dan emas belum melihat dampaknya.

Baca juga: EURUSD Mulai Bergerak Naik Akibat Sentimen Data dan Pidato

Yang membuat korelasi negatif berkurang nampaknya adalah akibat dari pernyataan beberapa pihak dari pemerintah dan bank sentral. Beberapa pihak tersebut menyatakan bahwa perekonomian masih jauh dari pulih.

Mayoritas pihak tersebut menyatakan bahwa perekonomian tidak hanya akan bergantung pada vaksin. Namun, perekonomian juga bergantung pada persepsi masyarakat yang dipengaruhi oleh kekhawatiran individu.

Tags: