Tether diprediksi menjadi mata uang kripto terbesar kedua setelah bitcoin akibat kapitalisasi pasarnya yang mulai naik. Diprediksi bahwa mulai tahun depan, kemungkinan besar Tether akan mengalahkan kapitalisasi pasar beberapa mata uang kripto kecuali bitcoin.

Tether Diprediksi Menjadi Kripto Terbesar Kedua

Dunia stable coins telah memperlihatkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir dan terlihat bahwa mulai banyak yang tertarik terhadap ranah ini. Bahkan Atari, perusahaan permainan terkemuka di dunia, telah mengumumkan rencananya untuk masuk ke dunia kripto dengan membuat mata uang stable coin sendiri. Mata uang tersebut dikabarkan akan digunakan untuk keperluan transaksi dalam permainannya.

Stable coins adalah koin yang menarik akibat keterikatannya dengan mata uang fiat seperti Dolar Amerika, Euro, Yen, dan Yuan. Keterikatan ini dibentuk untuk menghindari volatilitas yang merupakan salah satu kekurangan dari mata uang kripto. Aset lain seperti bitcoin dan Ethereum merupakan contoh nyata kerentanan terhadap volatilitas yang telah merugikan beberapa investor.

Contoh nyatanya terlihat pada Tahun 2018, yang memperlihatkan penurunan bitcoin dari $20.000 ke $3.500. Sehingga untuk menyatakan bahwa volatilitas adalah masalah yang kecil adalah pernyataan yang salah. Hal ini disebabkan kehilangan sekitar $16.500 yang telah merugikan banyak investor akibat volatilitas yang tinggi.

Koin Kontroversial

Tether adalah salah satu koin yang kontroversial akibat beberapa hal, salah satunya adalah pernyataan bahwa koin tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh Dolar Amerika. Sebagai tambahan, menurut riset dari University of Texas, Tether juga bertanggung jawab atas penurunan bitcoin di Tahun 2018. Hal ini disebabkan pada 2017, Tether dikatakan terikat pada bitcoin dan banyak investor yang membeli bitcoin dengan tether saat harganya turun.

Satu tahun kemudian, saat banyak investor Tether merasa memiliki banyak bitcoin mereka pergi dan mengambil keuntungan. Setelah tekanan jual tersebut, butuh waktu yang cukup lama untuk bitcoin kembali pulih. Namun saat ini, Polo Ardoino, CTO dari Tether Limited, meyakinkan investor bahwa Tether tidak akan menggantikan bitcoin tapi hanya akan menjadi komplemen.

Baca juga: Metrik Ini Prediksi Harga Bitcoin $15.000 Setelah Pemilu AS

Senior Strategi dari Bloomberg, Mike McGlone, menjelaskan bahwa Tether mewakilkan apa yang tidak dimiliki mayoritas investor yaitu stabilitas. Hal ini mengindikasikan permintaan yang meningkat terhadap aset kripto seperti Dolar Amerika dan emas akibat stabilitasnya. Sehingga, jika pergerakan minat ini terus naik, maka kapitalisasi pasar Tether dapat melewati Ethereum tahun depan. Namun diperlukan hal yang signifikan untuk meningkatkan permintaan dan pergerakan naik dari Tether.

Dilansir dari Live Bitcoin News