Setelah 3 Tahun, kasus tuntutan hukum terhadap Tezos yang digugat melanggar hukum keamanan melalui ICO pada 2017 akhirnya selesai. Penyelesaian kasus tersebut dikabarkan berakhir dengan dana kesepakatan pembayaran sebesar 25 Juta Dolar Amerika

Setelah 3 Tahun, Kasus Selesai

Kasus penuntutan terhadap Tezos yang dianggap melanggar hukum keamanan melalui ICO 2017 akhirnya berakhir dengan dana penyelesaian sebesar 25 Juta Dolar Amerika. Dikabarkan kasus ini mengalami penyelesaian kesepakatan dana pada 28 Agustus 2020 setelah tiga tahun berjalan.

Tercatat bahwa dana tersebut akan disebarkan kepada seluruh pihak dan entitas yang berpartisipasi pada Initial Coin Offering (ICO) Tezos pada tahun 2017. Pihak tersebut juga adalah pihak yang mengikuti ICO pada 1 Juli hingga 13 Juli 2017 dan telah menjual Koin Tezos (XTZ) mereka dengan rugi pada 25 November 2019.

Selain itu, pihak yang tidak menjual koinnya sebelum 25 November dan juga tidak bisa mengakses XTZ nya akibat permasalahan kata sandi juga akan mendapatkan pembagian dana tersebut. Pihak yang berhak atas pembagian dana tersebut harus mengajukan pengambilan dana sebelum 16 Oktober 2020. Hal ini untuk mempermudah pendataan dan mengurangi potensi kecurangan.

Penyelesaian Kasus

Penasihat dari penuntut juga dikabarkan akan mendapatkan bagian dari dana penyelesaian sebesar satu per tiga dari keseluruhan dana. Selain itu, dana senilai $230.000 juga akan didapatkan oleh penasihat penuntut untuk biaya proses pengadilan yang harus dibayarkan oleh Tezos.

Penyelesaian kasus berakhir dengan tuntutan yang hanya ditetapkan kepada pendiri Tezos. Pihak seperti keluarga dan individu yang memegang kekuasaan hak khusus di Tezos nampaknya tidak diikutsertakan dalam penjatuhan hukuman.

Baca juga: Ripple Terlihat Naik Bersama Dengan Ethereum, Namun Dibatasi Level Ini

Penyelesaian kasus juga menetapkan bahwa pihak yang menuntut tidak dapat menuntut kembali terhadap dana yang hilang di masa depan. Hakim kasus tersebut menjelaskan kesepakatan yang dibuat adalah kesepakatan yang adil, mudah dimengerti, dan cukup. Selain itu, hakim juga menegaskan bahwa kasus ini terkesan unik akibat isu yang dibahas adalah salah satu isu baru di dunia Keuangan yaitu menyangkut masalah kripto.

Kasus ini dimulai pada Desember 2017, dimana sejumlah kelompok penuntut, menuntut pendiri Tezos, Kathleen dan Arthur Breitman, dan Yayasan Tezos. Penuntutan tersebut diawali akibat dari penuduhan terhadap ICO XTZ yang dinilai tidak berdasarkan hukum yang berlaku dan dimanipulasi.

Dilansir dari Cointelegraph