Sejumlah saham Wall Street AS melonjak pada Kamis (10/3/2022) waktu WIB. Saham yang paling melonjak yaitu saham keuangan dan teknologi yang berhasil rebound pasca penurunan ekstrem dampak harga minyak yang turun tajam. Hal tersebut telah memicu ketakutan inflasi dan para investor mengukur perkembangan dalam krisis Ukraina.

Dow Jones Industrial Average Index melonjak 653,61 poin atau 2,00 persen, menjadi menetap di 33.286,25 poin. Indeks S&P 500 bertambah 107,18 poin atau 2,57 persen, menjadi berakhir di 4.277,88 poin. Nasdaq Composite Index melambung 460,00 poin atau 3,59 persen, menjadi ditutup di 13.255,55 poin.

S&P 500 Index membukukan kenaikan persentase satu hari terbesar sejak Juni 2020. Sementara Nasdaq mencatat kenaikan terbesar sejak Maret 2021.

Kelompok teknologi kelas berat dan keuangan adalah sektor S&P 500 dengan keuntungan tertinggi, masing-masing terangkat 4,0 persen dan 3,6 persen.

Energi, yang telah menjadi pemain sektor yang menonjol pada tahun 2022, merosot 3,2 persen. Hal itu karena harga patokan minyak mentah Brent turun menjadi sekitar 110 dolar AS per barel dari lebih dari 130 dolar AS pada awal minggu.

Kenaikan tajam pada minyak dan komoditas lainnya telah memicu kekhawatiran tentang goncangan lebih lanjut terhadap kenaikan inflasi dan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Bank Dunia Setujui Pinjaman dan Hibah Rp10,422 Triliun untuk Ukraina

“Saya pikir ini adalah reli oversold pada pendinginan komoditas-komoditas,” kata Walter Todd, kepala investasi di Greenwood Capital. “Saham telah dijual cukup agresif selama beberapa hari. Saya tidak tahu bahwa itu mengubah arah secara permanen.”

Saham perjalanan dan liburan, yang telah terpukul keras baru-baru ini, juga melonjak. Dengan saham Carnival Corp melonjak 8,8 persen dan United Airlines Holdings terangkat 8,3 persen.

Dalam perkembangan terakhir, Ukraina menuduh Rusia mengebom sebuah rumah sakit anak-anak di pelabuhan Mariupol yang terkepung selama gencatan senjata yang disepakati untuk memungkinkan warga sipil yang terperangkap di kota itu melarikan diri.

Saham-saham telah kesulitan karena kekhawatiran tentang krisis Rusia-Ukraina telah memperdalam aksi jual yang awalnya dipicu oleh kekhawatiran atas imbal hasil obligasi yang lebih tinggi karena Federal Reserve diperkirakan akan memperketat kebijakan moneter tahun ini untuk melawan inflasi.

Pada Senin (7/3/2022), Nasdaq mengkonfirmasi berada di bear market, jatuh lebih dari 20 persen dari rekor tertinggi. Sementara Dow Jones Industrial Average Index mengkonfirmasi berada dalam koreksi karena ditutup lebih dari 10 persen lebih rendah dari rekor puncaknya.

Sekitar 14 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 13,6 miliar selama 20 sesi terakhir.

 

Sumber

Baca juga: Euro Turun ke Level Terendah Karena Ketegangan Ukraina Kian Memanas