Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, baru saja menyampaikan pidatonya kemarin pada 8 Februari 2021.

Pidato tersebut nampaknya berisi penegasan terhadap kondisi perekonomian Eropa saat ini yang nampaknya belum terlihat memulih secara maksimal.

Presiden Bank Sentral Eropa Pidato

Dalam pidato tersebut, Lagarde menyampaikan bahwa saat ini Eropa akan terus berfokus untuk pemulihan ekonomi.

Pidato tersebut terpecah menjadi dua sub-topik yaitu mengenai masa lalu untuk menjadi landasan terhadap kondisi perekonomian saat ini dan juga cara untuk mulai pulih dari kondisi saat ini.

Fokus utama Bank Sentral Eropa nampaknya masih akan tertuju terhadap kebijakan stimulusnya yaitu pandemic emergency purchase programme (PEPP).

Hingga saat ini dana tersebut telah mencapai €1,8 Triliun yang telah terbagi menjadi tiga dana bantuan stimulus ini.

Dana tersebut diawali di Bulan Maret 2020 sebesar €750 Miliar, kemudian pada Bulan Juni 2020 sebesar €600 Miliar dan sebesar €500 Miliar di Bulan Desember 2020.

Dana tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan memperbesar kemungkinan konsumsi.

Pandangan Masih Terlihat Ekspansif

Nampaknya hingga saat ini bank sentral masih memiliki pandangan yang kuat terhadap kebijakan ekspansif yang dirasa masih dibutuhkan untuk perekonomian Eropa.

Hingga saat ini bank sentral merasa bahwa fokus utama harus diarahkan kepada pemulihan ekonomi Eropa.

Pemulihan ini adalah pemulihan yang diharapkan akan terus berkelanjutan ke depannya selain itu juga dapat membantu untuk menghadapi krisis dadakan ke depannya.

Semua pernyataan ini disampaikan oleh Lagarde agar Bank Sentral Eropa ke depannya semakin kuat dan semakin siap menghadapi krisis mendadak seperti saat ini.

Baca juga: Hari Ini Data Pengangguran Swiss Dipublikasi, Diprediksi CHF Turun

Hal ini disebabkan krisis memang akan selalu ada selama pertumbuhan ekonomi terus bergerak. Sehingga saat ini bank sentral akan terus membentuk rencana agar seluruh pertumbuhan dapat terjadi secara baik dan tetap kuat.

Namun untuk Euro, nampaknya pandangan ekspansif ini masih akan menjadi salah satu penghambat pertumbuhan nilainya terhadap beberapa mata uang utama.

Tetapi, Euro masih memiliki sentimen positif yaitu dari kategorinya sebagai aset berisiko. Saat ini, aset berisiko masih kuat bergerak naik bersama mayoritas aset pengaman seperti Dolar Amerika dan Swiss Franc yang turun.

 

Tags: