Sohrab Sharma, salah satu pendiri dari Centra Tech, dikabarkan telah dihukum delapan tahun penjara akibat penipuan. Penipuan ini terkait dengan proyek crypto yang dibentuknya yaitu Centra Coin.

Pendiri Centra Coin Dipenjara

Sharma dikabarkan telah dipenjara akibat penipuannya sebesar $25 Juta akibat dianggap mencuri secara besar dari beberapa investor. Centra sendiri sudah terkenal sejak 2017 akibat dipromosikan oleh beberapa artis seperti Floyd Mayweather dan DJ Khaled.

Oktober tahun lalu, beberapa artis yang mempromosikan proyek tersebut telah dituntut atas dasar mempromosikan proyek yang bergerak dalam penipuan. Namun artis ini hanya diberikan denda dan tidak dihukum penjara atas dukungan mereka.

Dalam proses pemeriksaan dan penetapan hukuman, Sharma mengaku bersalah terhadap penipuan dari beberapa rekening investor. Penipuan tersebut termasuk dari penipuan melalui surat elektronik, penipuan kemanan, dan penipuan melalui perpindahan dana.

Salah satu cara penipuan yang diakui oleh Sharma adalah melalui pemberian informasi yang tidak akurat. Beberapa caranya adalaha memberikan laporan keuangan dan laporan mengenai proyek yang telah dipalsukan.

Penipuan Tingkat Tinggi

Ilan Graff, salah satu pengacara yang menuntut Sharma menyatakan bahwa Sharma telah memimpin skema ini untuk menipu investor. Caranya adalah dengan membentuk sebuah proyek crypto yang terlihat sangat menarik walau dengan cara pemalsuan.

Kenyataannya, Sharma memiliki beberapa dalang yang berperan sebagai pemimpin palsu, rekan bisnis palsu, dan izin yang juga palsu. Beberapa rekan kerjanya juga bekerja sama untuk menipu investor dan mendapatkan lebih dari jutaan Dolar Amerika.

Pada Tahun 2017, ditemukan pada sidang pengadilan bahwa Sharma, Robert Farkas, dan Raymond Trapani mempublikasikan Centra di pertengahan tahun. Publikasi dilakukan dengan menyatakan bahwa proyek tersebut mendukung kartu debit berbasis mata uang crypto.

Skema ini berujung pada Initial Coin Offering atau ICO untuk menjual sekuritas tanpa izin dengan menyatakan bahwa yang dijual adalah mata uang crypto.

Baca juga: Rumor Netflix Adopsi Bitcoin Semakin Kencang, Menurut Tim Draper

Pada saat promosi tersebut, para pendiri menyatakan bahwa mereka telah memiliki kerja sama dengan Visa, Mastercard, dan Bancorp. Walau kenyataannya, ketiga perusahaan tersebut tidak mengetahui keberadaan Centra sama sekali.

Sebagai tambahan dalam pengakuan palsu tersebut, Centra mempublikasikan bahwa CEO perusahaannya telah memiliki lebih dari 20 tahun. Pengalaman tersebut dinyatakan berasal dari sektor perbankan dan dilengkapi oleh gelar Master dari Harvard.

Penipuan seperti ini sering terlihat di pasar crypto oleh karena itu, investor harus berhati-hati. Sebab, walau sangat menggoda untuk menjadi yang pertama dalam suatu proyek, validasi dari proyek tersebut harus diteliti lebih dalam.