Net Buy Asing Nyaris Rp500 Miliar, IHSG Ditutup Menguat di Sesi Pertama!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terapresiasi 0,32% ke level 7.237,79 pada penutupan sesi pertama, Rabu, 13 April 2022. Sepanjang perdagangan sesi pertama, IHSG bergerak dalam jangkauan level terendah 7.212,86 hingga level tertinggi 7.266,39.

Pergerakan IHSG ditopang oleh aksi belanja asing yang nyaris menyentuh Rp500 miliar. Berdasarkan data BEI, net buy asing pada jeda siang mencapai Rp491,69 miliar. Nilai tersebut setara dengan Rp5,07 triliun dalam sepekan.

Sejumlah 17,97 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi 1.018.477 kali dan membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp9,99 triliun. Pergerakan saham yang terpantau meliputi 276 saham naik, 236 saham turun, dan 158 saham lainnya stagnan.

Mayoritas bursa Asia menghijau. Indeks Nikkei naik 1,72%; Hang Seng naik 0,16%; Strait Times naik 0,64%; sedangkan Shanghai turun 0,44%.

Saham paling diborong asing pagi ini adalah saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net buy masing-masing Rp 121 miliar dan Rp 27 miliar.

Sementara saham yang paling banyak dilepas asing ada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dengan net sell Rp 24 miliar dan RP 6 miliar.

Baca juga: Inflasi Amerika Serikat Melambung 8,5%, Tertinggi sejak 1981

Sentimen negatif datang dari bursa saham AS, tiga indeks utama lagi-lagi finis di jalur merah. Dow Jones Industrial Average (DJIA), S&P500, dan Nasdaq Composite masing-masing terkoreksi 0,26%, 0,34%, dan 0,3%.

Rilis data inflasi Negeri Paman Sam jadi sentimen negatif di Wall Street. Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan laju inflasi pada Maret 2022 mencapai 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Lebih tinggi ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan 8,4% sekaligus jadi rekor tertinggi sejak Desember 1981.

‘Tsunami’ inflasi yang semakin terkonfirmasi. Tidak hanya di AS, dunia mengalaminya termasuk Indonesia.

Bank Indonesia (BI) melalui Survei Pemantauan Harga (SPH) memperkirakan inflasi tahunan pada April 2022 bisa mencapai 3,2% yoy. Jika terwujud, maka akan menjad yang tertinggi sejak November 2018.

Riset Citi memperkirakan inflasi pada kuartal II-2022 akan berada di rentang 2,5-3,5% yoy. Laju inflasi akan didorong oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax, minyak goreng, dan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ditambah lagi ada faktor peningkatan permintaan (demand-pull inflation) saat Ramadan-Idul Fitri.

 

Sumber

Baca juga: Pasar Keuangan Indonesia Kompak Terkoreksi!