Mitratel – Perusahaan menara telekomunikasi Grup Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi alias akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan menawarkan 25.540.000.000 saham atau sebanyak-banyaknya 29,85% dari modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan setelah penawaran umum.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan, saham ini ditawarkan dengan kisaran harga Rp 775-Rp 975/saham. Dengan demikian,

Dana hasil penawaran umum ini oleh perusahaan sebanyak 44% akan digunakan untuk belanja modal organik seperti penambahan kolokasi melalui penguatan dan penambahan menara telekomunikasi, pembangunan menara baru dan penambahan site baru, dan ekspansi ke teknologi dan layanan yang dapat bersinergi dengan bisnis penyewaan menara.

Lalu sebesar 56% akan digunakan untuk belanja modal anorganik, yakni untuk mengakuisisi menara telekomunikasi dari operator telekomunikasi dan akuisisi strategis produk, teknologi, dan layanan baru yang bersinergi dengan bisnis penyewaan menara.

Sisanya akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja dan kebutuhan lainnya seperti peningkatan sistem teknologi informasi dan penerapan program pengembangan yang berkualitas untuk menara telekomunikasi.

Perusahaan bekerja sama dengan PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dari IPO ini.

Untuk jadwalnya, penawaran awal akan dilaksanakan pada 26 Oktober-4 November 2021 dan ditargetkan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa diperoleh pada 12 November 2021.

Masa penawaran umum diperkirakan akan dilaksanakan pada 16-18 November 2021 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 22 November 2021 nanti.

Dari penawaran umum ini, perusahaan juga mengalokasikan Program Pemberian Saham Penghargaan dalam Program Employee Stick Allocation (ESA) dan Hak Opsi Pembelian Saham dalam Program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) sebanyak 0,10% atau 25 juga saham untuk program ini.

Hingga 30 Juni 2021 lalu, perusahaan membukukan laba tahun berjalan senilai Rp 700,7 miliar. Nilai ini meningkat signifikan dari laba di periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 153,7 miliar atau terjadi pertumbuhan 355,88% secara tahunan (year on year/YoY).

Sedangkan dari pos pendapatan di periode yang sama tercatat pendapatan perusahaan senilai Rp 3,22 triliun, naik dari Rp 2,90 triliun akhir Juni 2020 lalu atau tumbuh 10,94% YoY.

Tercatat nilai aset perusahaan mencapai Rp 23,25 triliun, terdiri dari aset lancar sebesar Rp 3,61 triliun dan aset tidak lancar senilai Rp 26,64 triliun.

Perusahaan memiliki nilai liabilitas sebesar Rp 18,57 triliun, dengan liabilitas jangka pendek Rp 7,11 triliun dan jangka panjang senilai Rp 11,43 triliun.

Nilai ekuitas perusahaan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) ini mencapai Rp 13,68 triliun.

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, jika Mitratel berhasil meraih dana IPO maksimal Rp 25 triliun, maka akan mengalahkan dana IPO PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang listing pada 6 Agustus lalu dengan raihan dana Rp 22 triliun, saat itu terbesar dalam sejarah pasar modal.

Baca juga: PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) Umumkan E-IPO, Tertarik Untuk Beli?

Tags: