Kata Bailout sering didengar dalam dunia perbankan terutama saat suatu negara mengalami krisis atau resesi. Hal ini disebabkan kaitannya yang sangat kuat dengan pasar keuangan dan dapat mendisrupsi keseluruhan ekonomi.

Namun mayoritas trader awam belum mengetahui apa arti dari Bailout ini dan apa dampaknya terhadap volatilitas di pasar forex. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas mengenai dua hal tersebut.

Arti Kata Bailout

Bailout adalah sebuah cara oleh pemerintah untuk menyelamatkan Bank komersil terutama bank komersil besar atau milik negara, dari kebangkrutan. Umumnya Bailout ini terjadi saat masa-masa krisis atau resesi seperti yang terjadi di Indonesia pada 1997 dan di Amerika pada 2008.

Cara pemerintah melakukan Bailout ini adalah dengan mengeluarkan kebijakan ekspansif yaitu umumnya dengan menyuntikan dana secara langsung. Namun umumnya, salah satu cara yang dilakukan saat krisis adalah dengan pembelian surat utang.

Umumnya terdapat dua kebijakan dalam suatu negara yaitu kebijakan moneter dan juga  kebijakan fiskal. Dari sisi kebijakan moneter, salah satu bentuk nyata bantuan terhadap bank komersil adalah penurunan suku bunga dan juga pembelian surat utang.

Baca juga: Neraca Dagang Australia Membaik, Perekonomian Berpotensi Menguat

Namun hal tersebut dilakukan oleh bank sentral dan bukan merupakan cara Bailout. Bailout sendiri umumnya dilakukan langsung dengan memberikan dana pinjaman jika dilakukan oleh bank sentral.

Tapi semuanya umumnya ada di kendali pemerintah dimana pemerintah langsung mengeluarkan anggaran untuk memberi pinjaman untuk bank tersebut. Selain itu, caranya adalah dengan menggelontarkan uang beredar untuk membantu mendorong perekonomian melalui bank tersebut.

Dampak terhadap Pasar Keuangan dan Perbankan

Umumnya saat terjadi Bailout, kondisi perekonomian akan turun hal ini disebabkan sering kali Bailout membuat adanya inflasi yang naik. Hal ini disebabkan bertambahnya jumlah uang beredar secara cepat yang umumnya menekan nilai mata uang tersebut.

Dengan bertambahnya jumlah uang beredar, maka nilai dari mata uang tersebut umumnya akan turun. Sehingga, umumnya mata uang negara tersebut akan terdepresiasi terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Namun sayangnya Bailout tidak selalu menyelamatkan nasabah namun lebih terfokus ada kehidupan bank tersebut. Hal ini disebabkan dalam kebangkrutan dana nasabah memiliki kemungkinan untuk hilang seperti yang terjadi pada krisis Amerika 2008.

Tapi dari sisi Pasar Forex, umumnya dampak terhadap mata uang tersebut adalah terjadinya sentimen negatif. Tapi jika dana Bailout tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, umumnya dana tersebut berubah menjadi hal positif.

 

Tags: