Untuk menjadi trader yang efektif, penting untuk memahami sensitivitas seluruh portofolio Anda terhadap volatilitas pasar. Ini khususnya terjadi saat berdagang valuta asing atau valas. Karena mata uang dihargai secara berpasangan, tidak ada satu pasangan pun yang diperdagangkan secara independen satu sama lain. Oleh karen aitu penting untuk mengetahui korelasi antara mata uang yang biasa diperdagangkan dalam pasar valuta asing

Hubungan Antar Mata Uang

Jika Anda memperdagangkan pound Inggris dengan yen Jepang (pasangan GBP/JPY) Anda sebenarnya memperdagangkan turunan pasangan GBP/USD dan USD/JPY. Oleh karena itu, GBP / JPY harus agak berkorelasi dengan salah satu jika bukan kedua pasangan mata uang lainnya ini. Namun, saling ketergantungan di antara mata uang berasal dari fakta sederhana bahwa mereka berpasangan. Sementara beberapa pasangan mata uang akan bergerak bersama-sama, pasangan mata uang lainnya mungkin bergerak berlawanan arah, yang pada dasarnya adalah hasil dari kekuatan yang lebih kompleks.

Korelasi, dalam dunia keuangan, adalah ukuran statistik hubungan antara dua sekuritas. Koefisien korelasi berkisar antara -1,0 dan +1,0. Korelasi +1 menyiratkan bahwa dua pasangan mata uang akan bergerak ke arah yang sama 100% setiap saat. Korelasi -1 menyiratkan bahwa dua pasangan mata uang akan 100% bergerak berlawanan arah. Korelasi nol menyiratkan bahwa hubungan antara pasangan mata uang benar-benar acak.

Baca juga: 5 Pair Mata Uang Paling Likuid untuk Trading Forex!

Membedakan Korelasi Negatif dan Positif

Membedakan korelasi ini cukup sederhana, misalnya Anda buy GBP/JPY, maka artinya  membeli Poundsterling dan menjual Yen. Jadi, apabila Anda buy GBP/JPY artinya Anda juga membeli Poundsterling dan sama-sama melihat potensi kenaikan pada mata uang tersebut. Di sisi lain jika Anda membeli JPY/USD maka artinya, Anda membeli JPY dan menjual USD. Transaksi ini bertentangan dengan beli GBP/JPY yang dilakukan dengan menjual USD.

Namun, sifat hubungan antar antar pair tidak bersifat statis,  ada juga yang memiliki indikator dan tabel perbandingan untuk mengukur nilai korelasi dan perubahannya.

Akan tetapi, perlu dicatat bahwa sifat hubungan antar pair forex tidak bersifat statis. Beberapa pakar bahkan memiliki indikator dan tabel perbandingan untuk mengukur nilai hubungan dan perubahan-perubahannya. Berikut ini adalah salah satu contoh tabel nilai antar pair.

Berikut ini  contoh tabel korelasi pair di lansir dari  Forex.indonesia.org

0 artinya positif,  di bawah 0  atau diawali dengan – artinya negatif.  Semakin besar nilainya, maka makin tinggi tingkat korelasi antar kedua pasangan mata uang.

Korelasi Bisa Berubah

Namun korelasi juga bisa berubah yang diakibatkan oleh sentimen dan faktor ekonomi global sangat dinamis setiap waktu. Korelasi yang kuat hari ini mungkin tidak sejalan dengan korelasi jangka panjang antara dua pasangan mata uang. Itulah mengapa melihat korelasi dalam jangka enam bulan juga sangat penting. Ini memberikan perspektif yang lebih jelas tentang rata-rata hubungan enam bulan antara dua pasangan mata uang, yang cenderung lebih akurat. Korelasi berubah karena berbagai alasan, yang paling umum termasuk kebijakan moneter yang berbeda, sensitivitas pasangan mata uang tertentu terhadap harga komoditas, serta faktor ekonomi dan politik yang unik.

Baca juga: 10 Fakta Menarik Pasar Forex yang Perlu Anda Ketahui!

Menghitung Korelasi Sendiri

Cara terbaik untuk tetap mengikuti arah dan kekuatan pasangan korelasi Anda adalah menghitungnya sendiri. Ini mungkin terdengar sulit, tetapi sebenarnya cukup sederhana. Perangkat lunak membantu menghitung korelasi dengan cepat untuk sejumlah besar input.

Untuk menghitung ini sederhana, cukup gunakan program spreadsheet, seperti Microsoft Excel. Banyak paket charting (bahkan yang gratis) memungkinkan Anda mendownload harga mata uang harian historis, yang kemudian dapat Anda pindahkan ke Excel. Di Excel, cukup gunakan fungsi korelasi, yaitu = CORREL (range 1, range 2).

Berikut adalah proses perhitungan yang ditinjau selangkah demi selangkah:

Dapatkan data harga untuk dua pasangan mata uang Anda; katakanlah, GBP/USD dan USD/JPY

Buat dua kolom, masing-masing diberi label dengan salah satu pasangan ini. Kemudian isi kolom dengan harga harian terakhir yang terjadi untuk setiap pasangan selama periode waktu yang Anda analisis

  1. Di bagian bawah salah satu kolom, di slot kosong, ketik = CORREL (
  2. Sorot semua data di salah satu kolom harga; Anda harus mendapatkan rentang sel di kotak rumus.
  3. Ketik koma untuk menunjukkan sel baru
  4. Ulangi langkah 3-5 untuk mata uang lainnya
  5. Tutup rumusnya sehingga terlihat seperti = CORREL (A1: A50, B1: B50)
  6. Angka yang dihasilkan merupakan korelasi antara dua pasangan mata uang
  7. Meskipun korelasi berubah seiring waktu, tidak perlu memperbarui nomor Anda setiap hari, memperbarui sekali setiap beberapa minggu atau paling tidak sebulan sekali merupakan ide yang bagus.

Tags: