IPO Bukalapak 70% Di Dominasi Milenial – Managing Director Capital Market Mandiri Sekuritas Silva Halim menyebutkan, hampir 70% pemesan saham penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) di Mandiri Sekuritas adalah nasabah milenial dan Gen-Z, berusia 20-39 tahun.
“Minat investor retail terhadap saham BUKA cukup tinggi mengingat potensi pertumbuhan investasi dari saham ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/8).
IPO Bukalapak diproyeksikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) akan sebagai IPO Bukalapak terbesar dalam sejarah BEI dengan fund raised Rp21,9 triliun, expected market cap rank 17, dan market cap Rp 87,6 triliun. Apabila IPO akan berlanjut dengan unicorn lainnya, maka akan memberikan potensi pertumbuhan pasar modal yang sangat besar, dan hal ini tentu juga akan berdampak baik bagi investor lokal serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Silva menambahkan, pada akhir masa penawaran umum, terdapat lebih dari 97.000 pemesan dan oversubscribe (kelebihan pemesanan) sebesar lebih dari 8,7 kali. Sesuai dengan SE OJK No.15/2020 maka dilakukan penyesuaian alokasi untuk penjatahan terpusat dari 2,5% menjadi 5,0%.
Berdasarkan riset Mandiri Capital, Silva mengatakan, Indonesia memiliki jumlah perusahaan teknologi tertinggi di ASEAN dan merupakan rumah bagi banyak perusahaan teknologi swasta besar. Pencatatan teknologi domestik seharusnya menguntungkan Indonesia, bukan hanya pasar saham tetapi juga pelaku pasar modal secara keseluruhan karena memungkinkan basis investor domestik yang lebih luas untuk memiliki eksposur terhadap ekonomi digital Indonesia yang terus tumbuh pesat.
”Pasar saham secara keseluruhan juga akan diuntungkan karena pencatatan akan meningkatkan daya tarik pasar Indonesia di mata investor asing, yang berpotensi menyebabkan lebih banyak aliran ke seluruh pasar secara umum. Kami tentu melihat hal ini sebagai hal yang baik untuk pertumbuhan pasar modal Indonesia serta ekonomi nasional,” kata Silva.
Diketahui, Chief Executive Officer (CEO) PT Bukalapak.com (BUKA) Rachmat Kaimuddin menjelaskan pemesanan saham penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) perseroan mencapai 100.000 Single Investor Identification (SID) yang mencerminkan minat investor yang tinggi di pasar modal Indonesia.
“Alhamdulilah kita bersyukur berkah sehat dan bisa kumpul-kumpul, tadi pagi kita bisa mulai penawaran IPO Bukalapak. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan rasa syukur dan terima kasih dari pemerintah, OJK, BEI, karyawan, mitra Bukalapa, para pemegang saham dan masyarakat luas memberikan semangat,” kata Rachmat dalam konferensi virtual setelah pencatatan saham di Jumat ini (6/8).
“Ini landmark deal buat Indonesia dari sisi size IPO terbesar dari sejarah bursa. Kita lihat peminat luar bisa banyak sekali, pemesan SID ada 100.000, sangat disyukuri,” kata mantan Direktur Grup Bosowa ini.

Tags: