Dolar AS melemah pada Rabu (13/10) pagi di Asia tetapi tetap bertahan di dekat level tertinggi satu tahun seiring meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve AS akan mengumumkan dimulainya pengurangan aset pada November 2021, diikuti oleh potensi kenaikan suku bunga pada pertengahan tahun 2022.

Indeks Dolar AS turun tipis 0,17% di 94,360 pukul 10.51 WIB menurut data Investing.com. Indeks menyentuh level 94.563 untuk pertama kalinya sejak akhir September 2020 pada hari Selasa.

Pasangan USD/JPY sedikit turun 0,13% ke 113,46. Rupiah turun tipis 0,03% di 14.219,5 per dolar AS hingga pukul 10.54 WIB.

Pasangan AUD/USD turun tipis 0,18% ke 0,7336 sedangkan NZD/USD naik tipis 0,12% di 0,6941.

Pasangan USD/CNY turun tipis 0,04% di 6,4457 pukul 10.54 WIB. Data perdagangan China, yakni ekspor, impor dan neraca perdagangan, akan diumumkan sementara data inflasi, termasuk indeks harga konsumen dan produsen, akan dirilis pada hari Kamis.

Pasangan GBP/USD naik 0,22% di 1,3615.

Tiga pejabat Fed, juga termasuk Wakil Ketua Richard Clarida, mengatakan pada hari Selasa bahwa ekonomi AS telah cukup pulih untuk mulai mengurangi program pembelian aset bank sentral AS. Pasar uang sekarang memperkirakan peluang 50-50 untuk kenaikan suku bunga pada Juli 2022.

Sementara itu, lonjakan harga energi terus memacu kekhawatiran inflasi dan meningkatnya ekspektasi bahwa Fed dapat menormalkan kebijakan moneternya lebih cepat daripada yang direncanakan, mengirimkan imbal hasil Treasury dua tahun ke level tertinggi lebih dari 18 bulan selama sesi sebelumnya.

Investor sekarang menunggu indeks harga konsumen AS, yang akan dirilis hari ini, untuk mendapatkan petunjuk tentang jadwal kenaikan suku bunga Fed.

“Inflasi adalah daya tarik ekonomi utama” dan “memiliki potensi untuk melihat ekspektasi kenaikan suku bunga Fed bergerak lagi, dengan satu atau lain cara,” ungkap Kepala Strategi Valuta Asing National Australia Bank (OTC:NABZY), Ray Attrill mengatakan kepada Reuters.

Dengan sebagian besar para pengambil kebijakan Fed bersikukuh bahwa tekanan inflasi bersifat sementara, investor sekarang menunggu komentar dari Gubernur Fed Lael Brainard dan Michelle Bowman, antara lainnya, yang akan menyampaikan pandangan hari ini. Bank sentral AS juga akan merilis risalah dari pertemuan terbarunya.

Dalam cryptocurrency, bitcoin diperdagangkan di sekitar $56.250, setelah mencapai level tertinggi lima bulan di $57.855,79 pada awal minggu.

Baca juga: Dolar AS Melemah Tipis, Keputusan Kebijakan Fed Tetap Jadi Fokus