Cukai rokok dinyatakan resmi naik setelah Menteri Keuangan, Sri Mulyani, membuat pernyataan resmi pada 11.00 WIB hari ini. Beliau menyatakan bahwa Tahun 2021 seluruh tarif cukai rokok akan naik dengan rata-rata 12,5%.

Cukai Rokok Resmi Naik

Pagi ini telah dikeluarkan pernyataan resmi melalui siaran langsung Kementerian Keuangan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani, bahwa cukai rokok naik. Hal ini akan membuat mayoritas harga rokok di Indonesia akan mengalami kenaikan.

Berikut adalah rincian resmi kenaikan cukai rokok dari pernyataan resmi pagi ini yang dilansir dari CNBC Indonesia:

Sigaret Kretek Mesin

  • SKM 1 : Kenaikan Rp 125/Batang atau 16,9% [Tarif Cukai 2021 Rp 865/Batang)
  • SKM IIA : Rp 65/Batang atau 13,8% [Tarif Cukai 2021 Rp 535/Batang]
  • SKM IIIB : Rp 70/Batang atau 15,4% [Tarif Cukai 2021 Rp 525/Batang]

SPM atau Sigaret Putih Mesin

  • SPM I : Rp 145/Batang atau 18,4% [Tarif Cukai 2021 Rp 935/Batang]
  • SPM II A : Rp 80/Batang atau 16,5% [Tarif Cukai 2021 Rp 565/Batang]
  • SPM IIIB : Rp 470/Batang atau 18,1% [Tarif Cukai 2021 Rp 555/Batang]

Oleh karena itu, kemungkinan besar pada Tahun 2021 mayoritas harga rokok akan mengalami apresiasi yang cukup signifikan. Sehingga saham dari mayoritas emiten rokok kemungkinan besar akan merasakan sentimen negatif.

Saham Rokok Turun

Setelah kabar ini dipublikasi, terlihat bahwa pergerakan saham rokok mayoritas mengalami penurunan akibat dianggapnya kabar ini sebagai sentimen negatif. Pergerakan ini terlihat dari beberapa saham utama rokok yaitu saham RMBA, GGRM, dan HSMP.

Terlihat bahwa saham RMBA mengalami penurunan sekitar 1,52% dari mulainya publikasi Sri Mulyani hingga berakhirnya sesi perdagangan. Kemudian saham HSMP juga mengalami penurunan sekitar 2,12% bersama pemain besar lainnya yaitu GGRM yang juga turun 0,85%.

Baca juga: PTBA Bergerak Rentan Akibat Apresiasi Sebelumnya

Oleh karena itu, kemungkinan besar dengan adanya kabar ini, pergerakan mayoritas saham rokok akan terlihat turun akibat sentimen ini. Hal ini didasarkan oleh pergerakan saham di awal tahun ini yang turun setelah sebelumnya cukai rokok juga naik.

Namun, mengingat rokok yang saat ini juga mulai bergerak sebagai kebutuhan primer untuk sebagian masyarakat, kemungkinan depresiasi tidak akan terlalu dalam. Namun, seluruh kemungkinan masih dapat terjadi akibat kenaikan ini yang tergolong juga signifikan.

Tags: