Coinbase, salah satu bursa terbesar di Amerika nampaknya tidak dapat memenuhi permintaan dalam masa apresiasi crypto ini. Bursa tersebut dikabarkan mengalami permasalahan teknis kembali dan sering kali mengalami penutupan atau pemberhentian perdagangan.

Saat ini kejadian tersebut terjadi lagi bersama dengan apresiasi Bitcoin yang baru saja terjadi setelah adanya sentimen dari Elon Musk.

Coinbase Berhenti Lagi

Coinbase baru saja mempublikasi pesan pada Jumat lalu yang menyatakan bahwa perusahaannya mengalami masalah teknis. Hasilnya perdagangan berhenti yang membuat beberapa trader resah.

Nampaknya hal ini sering terjadi di Coinbase yang membuat banyak trader dan investor mulai khawatir. Baru-baru ini kejadian tersebut terjadi lagi bersama dengan apresiasi Bitcoin dan juga Robinhood yang memberhentikan perdagangannya.

Baca juga: Ethereum Mencetak Bulan Terbaik, Akibat Apresiasi dan Proyek

Coinbase nampaknya juga mengikuti langkah tersebut akibat pihaknya menyatakan bahwa akibat kondisi yang volatil, bursa akan menghilangkan fitur pembelian instan. Walaupun begitu, pengguna tetap dapat melakukan pembelian namun untuk mengurangi volatilitas fitur tersebut diberhentikan.

Sebagai hasilnya, banyak pihak yang mengkritik Coinbase di media sosial akibat intervensi investasi yang dirasa berlebihan. Hal ini disebabkan adanya rasa dicurangi akibat perbedaan crypto dan saham dimana crypto memiliki kebebasan.

Sudah Berapa Kali Terjadi?

Aset seperti Bitcoin naik sekitar $2.000 bersama dengan diskusi tersebut dengan beberapa aset lain seperti Dogecoin yang naik lebih dari 300%. Nampaknya apresiasi ini adalah hal utama yang membuat Coinbase kewalahan mengingat pangsa pasar penggunanya yang cukup besar.

Kejadian yang sama terjadi saat Bitcoin naik ke $10.000 lagi dimana Coinbase mengalami permasalahan teknis yang membuat penggunanya tidak dapat melakukan transaksi di masa volatilitas tersebut.

Nampaknya hal ini akan terus terjadi hingga Coinbase menemukan cara untuk memperbaiki masalah teknis. Namun, perlu diteliti lebih dalam lagi akibat adanya potensi kecurigaan terkait masalah likuiditas.

Dilansir dari Live Bitcoin News

Tags: