Bitcoin baru saja mengalami koreksi sekitar 22% dalam dua hari terakhir yang menjadi salah satu koreksi terbesar di pasar crypto.

Hal ini disebabkan banyaknya pihak yang mengalami kerugian akibat keseluruhan pasar crypto, tidak hanya Bitcoin, ikut turun bersamanya.

Bitcoin Koreksi Dalam

Pergerakan ini terlihat terjadi akibat beberapa hal yang nampaknya dapat digaris bawahi menjadi dua hal. Hal yang pertama adalah kondisi Dolar Amerika yang nampaknya masih terlihat berfluktuasi untuk menentukan pergerakan selanjutnya.

Selama ini, Dolar Amerika memiliki korelasi yang relatif negatif dengan Bitcoin dan hampir keseluruhan pasar crypto.

Hal ini disebabkan saat ini Bitcoin dilihat sebagai salah satu alat pelindung utama terhadap kekayaan yang sebelumnya diduduki oleh Dolar Amerika.

Namun, sayangnya akibat Covid-19 Dolar Amerika mulai ditinggalkan dan masyarakat terutama perusahaan besar, mulai beralih ke Bitcoin sebagai pelindung.

Oleh karena itu, dengan adanya pergerakan naik beberapa hari terakhir, Bitcoin nampaknya mulai turun, yang disebabkan oleh kondisi surat utang negara.

Saat ini Bank Sentral Amerika sedang melakukan penjualan yang besar untuk mengendalikan kebijakan ekspansif. Namun nampaknya di luar kendali saat ini dorongan beli lebih kuat dari prediksi.

Sehingga perusahaan besar mulai ragu kembali yang kemungkinan dapat menjadi penyebab mengapa adanya tekanan jual terhadap Bitcoin.

Elon Musk Tergeser

Selain itu, sentimen kedua yang nampaknya berpengaruh besar adalah musim pajak, dimana mayoritas masyarakat Amerika diwajibkan melaporkan pajak pendapatannya.

Sehingga nampaknya untuk mengurangi pendapatan tersebut, banyak pihak yang menjual Bitcoinnya, terutama yang mencari keuntungan atau pendapatan dari Bitcoin.

Namun penyebab tersebut belum dapat dikonfirmasi akibat banyaknya sentimen di sekitar Bitcoin saat ini. Sayangnya, koreksi Bitcoin ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap salah satu tokoh besar di dunia keuangan yaitu Elon Musk.

Baca juga: Kanada Terbitkan ETF Bitcoin Pertama di Dunia, Langsung Laris!

Akibat koreksi ini, kekayaan Elon Musk terlihat turun dan saat ini ia kembali ke peringkat kedua dalam peringkat orang terkaya di dunia.

Saat ini ia kalah dengan Jeff Bezos, pendiri dari Amazon situs belanja daring terbesar yang berasal dari Amerika. Penurunan peringkat ini juga disebabkan oleh saham Tesla yang terlihat jatuh bersama naiknya Dolar Amerika. Sehingga koreksi ini memberikan dampak yang signifikan terhadap beberapa pihak.

Tags: