Australia akan menambah jumlah saham dalam pasar saham minyak melalui perjanjian dengan Amerika Serikat untuk membantu mendukung pasar global, setelah konferensi video dengan para menteri energi G-20.

Pasar energi di Australia beroperasi dengan aman dan terjaga. Pemerintah terkait juga tetap bekerja dan mengupayakan sektor ini untuk menjaga pasokan listrik, gas dan bahan bakar cair. Angus Taylor, Menteri Energi Australia, mengatakan dalam sebuah pernyataan negeri kangguru ini sedang mencari cara untuk menyelesaikan persyaratan komersial untuk pakta cadangan minyak strategisnya dengan AS, ungkapnya.

Keputusan kerjasama dengan Amerika Serikat ini sebelumnya sempat menjadi perdebatan. Pengendara mobil dan truk di Australia cukup mengkritisi keputusan ini karena mereka beranggapan bahwa ketersediaan minyak harusnya disimpan untuk kebutuhan darurat dalam negeri terlebih dahulu.

Geoff Crouch, Ketua Australian Trucking Association, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut mungkin saja tidak memberikan jaminan bagi tingkat perekonomian Australia. Terlebih jika gangguan dalam rantai pasokan internasional memang benar terjadi.

“Pengaturan ini akan meningkatkan tidak hanya keamanan bahan bakar domestik Australia dengan memperkuat kepemilikan saham kami, tetapi juga akan membantu mendukung pasar minyak global selama masa yang penuh tantangan ini,” ungkap Taylor.

Baca juga: Penurunan Pasar Saham dan Harga Minyak Setelah Rebound Pasar Global

Kesepakatan Australia dan Amerika Serikat Untuk Meningkatkan Pasokan Minyak Mentah

Produsen minyak terbesar dunia itu dekat dengan kesepakatan yang akan melihat pengurangan 10% dalam produksi minyak mentah. Kesepakatan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membantu menengahi gencatan senjata, dengan Meksiko. Info terakhir menyatakan AS bertahan dari koalisi OPEC +. Minyak mentah berjangka turun sebesar 9% di New York pada Kamis. Penurunan ini terjadi karena sebagian besar dunia tetap tertutup untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Menteri energi G-20 sepakat untuk membentuk kelompok. Pembentukan ini untuk memantau langkah-langkah yang dilakukan untuk menyeimbangkan kepentingan perusahaan minyak dan konsumen. Langkah ini diambil untuk memastikan aliran energi yang tidak terputus. Taylor juga menambahkan bahwa Australia tertarik untuk berpartisipasi dalam kelompok tersebut. Para menteri akan bertemu pada bulan September untuk meninjau tanggapan terhadap pengaruh yang didapati pasca penyebaran virus corona.

 

Sumber

Tags: