Nilai tukar yuan China anjlok melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari Rabu (28/9/2022), hingga menyentuh level terlemah sejak awal 2008. Apa pemicunya?

Pada perdagangan Rabu (28/9/2022), pukul 09:29 WIB, yuan China terkoreksi 0,72% ke CNY 7,228/US$. Di sepanjang tahun ini, yuan China memang sudah terkoreksi dalam terhadap dolar AS, sebanyak 10,9%.

Terkoreksinya mata uang yuan China dipicu oleh keperkasaan dolar AS di pasar spot. Indeks dolar AS yang mengukur kinerja si greenback terhadap enam mata uang dunia lainnya terpantau menguat cukup tajam 0,44% ke posisi 114,613 dan kembali menyentuh rekor tertingginya sejak dua dekade. Tidak heran, jika mata uang Negeri Panda pun tersungkur.

Padahal, pada Senin (26/9), bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) telah berusaha untuk menstabilkan nilai tukar mata uangnya dengan memberlakukan kenaikan risk reverse requirement ratio untuk institusi finansial yang akan membeli valuta asing melalui kontrak forward menjadi 20% dari 0% yang dimulai hari ini.

Baca juga: Yuan Tiongkok Terjun Bebas 16 Hari Berturut-Turut!

Hal tersebut juga dilakukan PBoC untuk mempertahankan sentimen positif di pasar valas.

Namun, langkah itu tampaknya belum berdampak signifikan seiring keperkasaan dolar AS. Keperkasaan dolar AS ditopang oleh keputusan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin (bps) pada 21 September 2022 dan membawa tingkat suku bunga Fed ke 3-3,25%, tertinggi sejak 2008.

Bahkan, pejabat The Fed kembali mengisyaratkan kenaikan suku bunga hingga tingkat dana mencapai titik akhir sebesar 4,6% pada 2023. Ini menyiratkan kenaikan suku bunga seperempat poin tahun depan tetapi tidak ada penurunan.

Sejumlah bank investasi seperti Goldman Sachs dan Barclays pun menaikkan perkiraan mereka untuk suku bunga Fed.

Goldman Sachs dan Barclays Research memprediksikan bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 bps pada November 2022, 50 bps pada Desember 2022, dan 25 bps pada Februari 2023 sebagai puncaknya dengan tingkat suku bunga berada di 4,5-4,75% di 2023, lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya di 4-4,25%.

 

Sumber

Baca juga: Ini Dia Penyebab Rupiah Anjlok, Simak Penjelasan BI