Bitcoin Terancam Turun hingga Level Terendah Sejak Juli 2021

Harga Bitcoin jatuh ke level terendah tiga bulan pada Senin, 9 Mei 2022, beberapa hari setelah analis kripto memprediksi grafik harga kripto yang mengirimkan sinyal bearish.

Pada saat penulisan, harga Bitcoin berada di kisaran $30.765 atau sekitar Rp 449,9 juta. Bitcoin sebagian besar bertahan antara $35.000 dan $46.000 selama beberapa bulan terakhir. Sehingga penurunan harga terbaru mungkin menandai awal dari tren pasar baru.

Indikator grafik harga populer cenderung bearish akhir pekan lalu, karena harga Bitcoin menembus di bawah garis tren naik tiga bulan.

Beberapa trader mungkin terguncang oleh data yang menunjukkan Stablecoin Terra blockchain, USDT, sempat kehilangan pasaknya pada Sabtu. Luna Foundation Guard, yang mempertahankan cadangan siaga yang dimulai jika “algorithmic stablecoin” turun di bawah USD 1, memegang sekitar USD 3 miliar Bitcoin pada minggu lalu.

Baca juga: Anjlok Lagi! Harga Bitcoin Turun ke Level $35k

Terpuruknya harga kripto selama sepekan terakhir dipicu oleh realitas baru dari suku bunga dan ketakutan resesi yang meningkat.

Dilansir dari CoinDesk, CEO manajer dana kripto BitBull Capital, Joe DiPasquale mengatakan Bitcoin masih terbebani oleh tekanan makro dan sentimen pasar secara umum.

DiPasquale memperkirakan Bitcoin akan turun lebih jauh. Terutama disebabkan oleh kebijakan moneter yang terus berkontraksi. Namun dia tidak memprediksi Bitcoin akan jatuh di bawah kisaran $25.000 hingga $30.000, bahkan jika penurunan mencapai proporsi yang ekstrem.

Penurunan pasar kripto masih selaras dengan pasar saham, yang ditutup Jumat lalu. Dengan Nasdaq teknologi berat tenggelam 1,4 persen sehari setelah jatuh 5 persen, menjadi kinerja terburuk sejak 2020.

Sumber

Baca juga: Euro Turun ke Level Terendah Karena Ketegangan Ukraina Kian Memanas