Bank DBS Jajaki Metaverse!

DBS, bank terbesar di Asia Tenggara, mengumumkan kemitraannya dengan The Sandbox pada hari Jumat (09/09). The Sandbox merupakan sebuah dunia virtual di mana para pemain dapat membangun, memiliki, dan memonetisasi pengalaman bermain game mereka di blockchain Ethereum.

Tujuan dari kemitraan ini adalah untuk menciptakan DBS Better World, sebuah pengalaman metaverse interaktif yang menunjukkan pentingnya membangun dunia yang lebih baik, lebih berkelanjutan, dan mengundang orang lain untuk ikut bersama.

“Kemitraan ini menjadikan DBS sebagai perusahaan Singapura pertama yang menjalin kemitraan dengan The Sandbox dan bank pertama di Singapura yang terjun ke metaverse,” isi pengumuman perusahaan dikutip dari Bitcoin.com, Senin (12/9/2022).

Di bawah kemitraan ini, DBS akan mengakuisisi sebidang tanah 3×3 unit real estate virtual di metaverse The Sandbox yang akan dikembangkan dengan elemen imersif.

CEO DBS Hong Kong, Sebastian Paredes mengatakan metaverse menghadirkan peluang menarik untuk mendefinisikan kembali bagaimana kehidupan, bekerja, dan terlibat satu sama lain.

Baca juga: DBS Bank Resmi Menyediakan Layanan Mata Uang Kripto!

“Kami telah membuat kaki kami basah di ruang ini, dan teknolog muda kami sendiri telah diberi kebebasan untuk mengembangkan konsep eksperimental di metaverse,” ujar Sebastian.

Teknologi metaverse, meskipun masih berkembang, juga dapat secara mendasar mengubah cara bank berinteraksi dengan pelanggan dan komunitas.

Adopsi Kripto DBS

DBS mengatakan bulan lalu volume perdagangan kripto pada pertukaran aset digitalnya telah melonjak.

“Investor yang percaya pada prospek jangka panjang aset digital condong ke platform tepercaya dan teregulasi untuk mengakses pasar aset digital,” bank menjelaskan.

Prospek Metaverse

Bank dan perusahaan investasi lain mulai banyak menjajaki diri di metaverse termasuk Standard Chartered Bank, JPMorgan, dan Fidelity Investments.

Pada Agustus, analis Bank of England mengatakan aset kripto dapat memiliki peran penting dalam metaverse. Awal tahun ini, Goldman Sachs mengatakan metaverse bisa menjadi peluang senilai USD 8 triliun.

Sedangkan perusahaan, McKinsey & Company memperkirakan metaverse akan menghasilkan USD 5 triliun pada 2030. Sementara itu, Citibank telah memperkirakan ekonomi metaverse dapat tumbuh antara USD 8 triliun hingga USD 13 triliun pada 2030.

 

Sumber

Baca juga: DBS Bank Singapura Berencana Meluncurkan Wadah Perdagangan Kripto

Tags: