Bank Sentral Inggris diprediksi akan kembali menetapkan kebijakan moneter ekspansif untuk mempercepat pemulihan dari Covid-19. Prediksi ini muncul dari beberapa analisis yang berasal dari Goldman Sachs dan Bank of America.

Bank Sentral Inggris Diprediksi Menetapkan Kebijakan Ekspansif

Hari ini, Kamis, 6 Agustus 2020, Bank Sentral Inggris akan melakukan publikasi mengenai laporan dan rencana kebijakan moneter. Publikasi ini akan dilakukan melalui pidato oleh Kepala Bank Sentral Inggris, Andrew Bailey. Dalam publikasi ini, Bank Sentral Inggris akan memaparkan beberapa laporan mengenai data ekonomi di Bulan Juli 2020, dan juga rencana kebijakan moneter untuk Agustus 2020.

Diprediksi bahwa untuk Agustus 2020, Ban Sentral Inggris akan menetapkan kebijakan moneter yang bersifat ekspansif. Kebijakan ekspansif ini kemungkinan akan dilakukan hanya melalui penyaluran dana stimulus oleh bank sentral  melalui beberapa cara seperti operasi pasar terbuka.

Untuk suku bunga acuan, diperkirakan tidak akan berubah mengingat angkanya yang sudah rendah yaitu pada 0,1%. Suku bunga acuan yang sudah rendah tersebut, diprediksi akan tetap bersama dengan suku bunga pengembalian dari obligasi. Kemungkinan besar penetapan suku bunga ini adalah untuk menjaga nilai Pound Sterling agar perekonomian tetap bergerak namun depresiasi tidak terjadi secara berlebihan.

Dampak Terhadap Pound Sterling

Dengan adanya kebijakan moneter ekspansif, kemungkinan besar untuk mata uang negara yang menetapkan kebijakan tersebut untuk terdepresiasi akan sangat besar. Oleh karena itu, Bank Sentral Inggris kemungkinan akan menetapkan kebijakan moneter ekspansif yang tidak terlalu agresif.

Baca juga: Dolar Selandia Baru Naik Akibat Data, AUDNZD Kemungkinan Turun

Penetapan kebijakan moneter ekspansif ini merupakan cara untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Namun, mengingat perekonomian Inggris yang dapat dikatakan sudah mulai memulih dan nilai Pound Sterling yang secara relatif terapresiasi dari Bulan Maret terhadap beberapa mata uang utama, kebijakan moneter kemungkinan tidak akan terlalu agresif.

Pound Sterling, tercatat sudah mengalami apresiasi terhadap beberapa mata uang utama yang dilihat dari pergerakan naiknya sejak akhir Maret 2020. Tercatat bahwa Pound Sterling sudah mengalami apresiasi sebesar 14,85% sejak akhir Maret 2020. Angka ini merupakan angka yang baik mengingat masih adanya dampak dari Covid-19. Selain itu, pergerakan yang baik ini juga tercermin jika dibandingkan dengan Dolar Amerika yang masih mengalami depresiasi akibat Covid-19.

Oleh karena itu, kemungkinan besar Bank Sentral Inggris akan menjaga apresiasi ini dengan menetapkan kebijakan ekspansif yang tidak terlalu agresif. Namun, untuk melihat secara pasti, masih harus dilihat melalui pidato Bank Sentral Inggris yang akan dilakukan hari ini pukul 13.00 WIB.

Tags: