PT Bank Jago Tbk (ARTO) membukukan kinerja positif pada 2021 setelah dua bertransformasi menjadi bank berbasis teknologi yang tertanam dalam ekosistem.

Bank Jago merupakan sebuah bank digital yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2020, perusahaan ini memiliki 16 kantor cabang, 18 kantor cabang pembantu, 20 kantor kas, dan 22 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2021, PT Bank Jago Tbk mencetak laba bersih setelah pajak Rp 86 miliar. Hal ini didukung perseroan yang fokus terhadap segmen ritel (consumer), mass market, dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Pencapaian tersebut ditopang pertumbuhan kredit yang solid dan efisiensi biaya dengan tetap menjaga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang rendah. Penyaluran kredit hingga akhir 2021 mencapai Rp 5,37 triliun. Penyaluran kredit itu naik 491 persen dari akhir 2020 sebesar Rp 908 miliar.

Baca juga: Bank Jago Ngegas ke 18.200/Unit

“Kami berangkat dari baseline yang rendah sehingga persentase kenaikannya terlihat sangat tinggi. Di sisi lain model bisnis yang tepat dan kolaborasi dengan ekosistem digital membuat penyaluran kredit lebih signifikan”. Tutur Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (11/3/2022).

Selama 2021 Bank Jago telah berkolaborasi dengan sejumlah fintech lending, multifinance, dan institusi keuangan digital lainnya dalam kerja sama pembiayaan (partnership lending). Hal ini melengkapi integrasi Bank Jago dengan super app Gojek, aplikasi reksadana online Bibit, dan platform trading online Stockbit.

Kolaborasi membuat ekspansi bisa dilakukan secara cepat, efisien, dan pengelolaan risiko yang lebih terkendali. Hal ini tercermin pada rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang berada di level 0,6 persen.

“Kolaborasi merupakan cara kami dalam melayani nasabah usaha mikro, kecil, dan menengah serta masyarakat luas dan ritel secara efektif dan cepat. Melalui pembiayaan ini, kami ingin berkontribusi dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi,” ujar  Kharim.

 

Sumber

Baca juga: Membedah Saham Bank Jago (ARTO)