Apple berhasil membuat sejumlah raksasa jejaring sosial rugi hingga ratusan triliun rupiah. Mulai dari Facebook, Twitter, Snapchat hingga Youtube.

Menurut laporan Financial Times, ini berkat kebijakan privasi baru Apple yang diperkenalkan tahun lalu. Para perusahaan jejaring sosial itu kabarnya merugi hingga US$9,85 miliar atau Rp 140 triliun.

Tahun lalu, Apple mengumumkan kebijakan transparansi pelacakan aplikasi atau App Tracking Transparency (ATT). Dengan cara ini memaksa aplikasi harus mengantongi izin pengguna saat melakukan pelacakan data, dikutip dari The Verge, Kamis (4/11/2021)

Apple mulai menjalankan aturan baru itu di platformnya pada bulan April. Namun kebijakan tersebut tak disambut senang oleh semua pihak.

Facebook merupakan pihak yang paling menentang kebijakan tersebut. Perusahaan yang telah berganti nama jadi Meta itu, bahkan sempat merilis iklan satu halaman di surat kabar untuk mengkritik Apple atas aturannya tersebut.

Menurut Financial Times, Facebook jadi pihak yang kehilangan uang paling banyak dari perusahaan lain.

“Beberapa platform yang paling terkena dampak, namun terutama Facebook, harus membangun kembali mesin mereka dari awal sebagai akibat dari ATT,” kata konsultan adtech, Eric Seufet kepada FT.

“Saya percaya ini dibutuhkan setidaknya satu tahun untuk membangun infrastruktur baru. Tools dan framework baru butuh dikembangkan dari awal dan diuji secara ekstensif sebelum diterapkan ke lebih banyak pengguna”.

Sementara itu Snap disebut ‘bernasib terburuk sebagai persentase dari bisnisnya’. The Verge menuliskan sebab iklannya terkait dengan smartphone.

Apple punya tujuan untuk aturan baru ini. Yakni menginginkan platform bisa lebih kreatif pada iklan yang ditampilkan pada para penggunanya.

Di sisi lain, pendapatan Apple di kuartal empat 2021 tak sebesar yang diprediksikan, meski angkanya tetap tumbuh dibanding periode sebelumnya. CEO Apple Tim Cook menyebut hal ini terkait dengan kendala pasokan dari iPhone, iPad, dan Mac.

“Kami memiliki kinerja yang sangat kuat meskipun kendala pasokan lebih besar dari yang diperkirakan. (Kerugian) karena pasokan kami perkirakan sekitar USD 6 miliar (setara Rp 85 triliun),” kata Tim Cook, dikutip dari CNBC, Jumat (29/10/2021).

Menurut Tim Cook, kendala dari pasokan didorong terjadinya kelangkaan chip di seluruh industri. Selain itu juga terganggunya manufaktur di Asia Tenggara karena Covid.

Sumber

Baca juga: Apple Gencar Melirik Bitcoin? Begini Rumornya

Tags: