Sejak keberadannya, mayoritas trader selalu menunggu adanya Exchange Traded Fund atau ETF berbasis aset Bitcoin.

Sayangnya satu hal besar yang menghambat terbentuknya aset tersebut adalah volatilitasnya yang juga telah membuat pertumbuhannya sering kali terhambat.

Sejauh ini mayoritas perusahaan masih terlihat gagal untuk membentuk ETF dari Bitcoin, namun menurut satu analisis, semuanya akan berubah.

2021 Muncul ETF Bitcoin?

The Securities and Exchange Commission (SEC) beberapa hari terakhir ini telah melaksanakan perombakan terhadap pengurusnya.

Nampaknya perombakan ini akan menjadi sentimen positif untuk pasar crypto akibat saat ini pengurusnya terlihat lebih terbuka terhadap crypto.

Jack Killburg, CEO dari KKM Financial menyatakan bahwa kabar ini menjadi kabar positif untuk pasar crypto akibat regulasi akan semakin mempermudah pertumbuhannya.

Hingga saat ini SEC nampak masih melihat Bitcoin sebagai aset yang kurang stabil untuk dijadikan ETF. Selain itu, terdapat beberapa kekhawatiran menyangkut Bitcoin, terutama masalah penggunannya untuk hal negatif.

Namun, saat ini mata uang tersebut telah berhasil naik bahkan mencapai $49.000 walau sekarang sedang terkoreksi di sekitar $47.000.

Akan Datang Tapi Butuh Waktu

Pergerakan ini membuktikan bahwa ketertarikan terhadap Bitcoin masih terus terlihat naik. Sehingga, semakin besar ketertarikan terhadapnya, maka akan semakin besar juga kapitalisasi pasarnya.

Seperti yang kita ketahui, semakin besar kapitalisasi pasar suatu aset, maka semakin stabil juga pergerakannya, yang kemungkinan besar menjadi masa depan Bitcoin.

Baca juga: Grayscale Terbitkan Reksadana Crypto Baru, Menyangkut Crypto DeFi

Menurut Killburg, semuanya akan terjadi di 2021 yang nampaknya menjadi tahun positif untuk pasar crypto akibat dengan adanya ETF ini akan semakin banyak ketertarikan terhadapnya.

Namun, masih terdapat opini lain bahwa ETF Bitcoin masih membutuhkan waktu untuk dapat diterbitkan. Salah satu pihak yang menentang Killburg adalah Dave Nadig dari ETF Trends yang menyatakan bahwa semua masih akan terjadi di 2022.

Hal ini disebabkan masih perlunya proses pendewasaan agar Bitcoin dapat memiliki ETFnya sendiri. Tapi tidak dapat dipungkiri ETF ini akan muncul dalam waktu dekat walau membutuhkan proses terutama dari regulator.

 

Tags: