Saham PURE hari ini terbuka menguat lagi melanjutkan apresiasinya sejak akhir Agustus 2020. Hari ini, apresiasinya sudah mencapai lebih dari 20% hanya dalam satu hari yang membuat kebingungan akibat pasar yang sedang relatif turun.

Saham PURE Naik Hari Ini!

PURE merupakan perusahaan pengolah logam dan bahan mineral (smelter). Perusahaan ini berdiri pada Tahun 2009 dan berlokasi di Parung Tanjung, Bogor, Jawa Barat.  PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) merupakan salah satu pionir dalam pemanfaatan teknologi hidrometalurgi di Indonesia. Teknologi hidrometalurgi mampu melakukan proses pemurnian berlapis, sehingga menghasilkan limbah padat yang sangat kecil. Selain itu, proses ini juga menggunakan air dan energi yang minimal serta menjaga proses manufaktur yang efisien dan bebas dari polusi.

PURE sendiri merupakan saham yang baru saja tercatat di BEI pada 9 Oktober 2019, atau 10 tahun setelah berdiri. Dalam situs perseroan, pemegang saham mayoritas tercatat atas nama PT Trinitan Recourcetama Indonesia yang menguasai 74,24% saham. Artinya PURE merupakan bagian dari kelompok usaha atau Grup Trinitan yang dimiliki Keluarga Tandiono.

Setelah melantai di BEI, layaknya saham baru lainnya yang memiliki prospek positif, saham ini langsung mengalami apresiasi. Pada bulan pertamanya setelah melantai, saham ini sudah terapresiasi sekitar 150,51%. Namun, saham ini sempat mengalami penurunan setelah adanya isu terkait dengan PT Narada Aset Manajemen. Setelah isu tersebut, saham ini mengalami konsolidasi yang cukup panjang. Namun nampaknya sejak akhir Agustus 2020 saham ini mulai naik kembali.

Analisis Pergerakan Saham

Sejak 14 Agustus 2020, saham ini sudah mengalami apresiasi hingga hari ini sekitar 190,51%. Apresiasi ini terjadi bukan karena perihal fundamental, akibat pihak perusahaan yang menyatakan bahwa perusahaan ini juga terdampak Covid-19, namun masih positif dalam kinerja. Walaupun terdapat pernyataan tersebut, saham ini masih dapat naik walau sempat terkoreksi di awal September.

Pergerakan Harian PURE

Kemarin, setelah penutupan yang membaik, saham ini terkena auto reject atas dan mengalami pemberhentian perdagangan. Setelah pemberhentian tersebut Dibuka, saham ini kembali naik, dan tertutup naik 21,43% hari ini. Nampaknya, saham ini terkena efek saham baru, dimana umumnya saham baru memang terus diminati dan akan terus naik hingga ada isu yang menekan turun.

Jika saham ini terus naik, kemungkinan besar target selanjutnya ada pada batas atas di harga Rp 312. Tetapi, jika batas atas ini berhasil dilewati, kemungkinan target selanjutnya adalah pada Rp 399 yang kemungkinan akan mencapai Rp 525. Jika target tersebut berhasil diraih, kemungkinan harga akan naik terus ke Rp 577 yang merupakan harga tertinggi sejak Desember 2019.

Baca juga: Otoritas Jasa Keuangan Mempertanyakan Dana Hasil IPO AGAR!

Namun, jika saham turun setelah apresiasi ini akibat tekanan jual dan pengambilan keuntungan, tujuan selanjutnya kemungkinan ada di Rp 247. Apa bila kemudian saham terus turun, batas pengaman selanjutnya berada di Rp 214 sebelum menyentuh Rp 163. Skenario terburuk adalah harga akan kembali ke Rp 88 yang merupakan daerah terendah pada tahun ini setelah ada isu Narada.

Dilansir dari CNBC Indonesia

Tags: