22 Februari 2021 telah menjadi hari kedua terbesar dalam likuidasi di Sektor DeFi dengan adanya likuidasi sekitar Rp338,6 Miliar dalam bentuk pinjaman.

Mayoritas likuidasi tersebut berasal dari Compound (COMP) akibat adanya margin call yang tinggi karena pergerakan yang drastis.

Rp338,6 Miliar Hilang di Sektor DeFi

Koreksi keseluruhan pasar crypto pada 22 Februari 2021 telah membuat adanya likuidasi yang cukup tinggi di Sektor DeFi.

Kehilangan sebesar Rp338,6 Miliar tersebut terjadi hanya dalam 24 Jam yang membuat penutupan tersebut menjadi salah satu penutupan terburuk terbesar di pasar crypto.

Menurut data dari DeBank, sekitar 60% dari kehilangan tersebut berasal dari Compound yang kemudian diikuti oleh Aave.

Sekitar Rp131,2 Miliar juga hilang akibat margin call atau kewajiban untuk memenuhi utang yang digunakan saat mengambil posisi.

Margin call ini terjadi akibat apresiasi yang signifikan dari harga DAI. DeBank juga melaporkan bahwa terjadi penurunan sekitar Rp80,4 Triliun dalam total dana terkunci.

Kabar Compound dan Aave Saat Ini

Saat ini Compound (COMP) telah terlihat mengalami penurunan sekitar 54% yang membuatnya masih terus bergerak ke bawah hingga saat ini.

Aave juga masih terlihat bergerak turun setelah turun sekitar 27% bersama dengan pasar crypto yang nampaknya masih berusaha pulih untuk naik kembali.

Saat ini kedua mata uang crypto tersebut mencerminkan kondisi pasar crypto saat ini, dimana terjadi tekanan jual yang kuat akibat banyaknya kekhawatiran di sekitar pasar crypto.

Mayoritas pasar crypto terlihat masih mengalami  pergerakan turun akibat adanya beberapa sentimen negatif yang masih datang dari pemerintah Amerika.

Baca juga: Binance Coin Naik Peringkat Bersama PancakeSwap, Harga Terus Naik

Saat ini pemerintah Amerika terutama Bank Sentral masih memiliki pandangan ekspansif namun berusaha melakukan stablitas dengan kebijakan kontraktif singkat.

Saat ini pemerintah masih melakukan penjualan secara besar terhadap surat utang negara dalam rangka mengurangi jumlah Dolar Amerika yang beredar.

Sentimen ini telah meningkatkan nilai Dolar Amerika yang akibat korelasi negatifnya dengan crypto, menjadi penyebab pasar crypto turun.

Namun sentimen ini berdampak pada jangka pendek karena secara jangka panjang, pasar crypto masih terlihat positif terutama dari sisi fundamental.