Pengunduran diri oleh Perdana Menteri Jepang dikabarkan telah dikonfirmasi hari ini yang dikabarkan akibat masalah Kesehatan. Setelah kabar ini tersebar, Yen Jepang beserta Indeks Nikkei 225 terlihat melemah akibat kekhawatiran terhadap perekonomian Jepang.

Pengunduran Diri Perdana Menteri Jepang

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, dikabarkan telah mengundurkan diri dari posisinya akibat permasalahan kesehatan. Kabar pengunduran diri ini telah beredar selama beberapa hari terakhir namun akhirnya telah dikonfirmasi langsung hari ini.

Setelah 8 tahun mengabdi kepada negara, Shinzo Abe telah memberikan banyak sekali dampak untuk perekonomian Jepang. Dengan kedudukan Jepang yang saat ini menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar secara global, kabar ini memberikan dampak yang signifikan terutama terhadap perekonomian global dan pasar keuangan.

Salah satu contoh dampak besarnya adalah Indeks Nikkei 225, yang merupakan indeks utama pasar saham Jepang, terlihat tertutup turun dengan signifikan hari ini. Selain itu, setelah adanya kabar pengunduran diri ini, Yen juga terlihat mengalami depresiasi terhadap beberapa mata uang utama.

Dampak besar ini disebabkan oleh ketidakpastian perekonomian Jepang setelah ditinggal oleh Shinzo Abe. Salah satu hal yang membuat kekhawatiran adalah ketidakpastian kesepakatan perdagangan dengan Inggris yang seharusnya selesai September 2020. Namun, akibat pengunduran diri Perdana Menteri Jepang, kesepakatan ini menjadi tidak pasti.

Baca juga: Publikasi PDB Amerika dan Pidato Jerome Powell Akan Terjadi Malam Ini!

Kesepakatan tersebut adalah kesepakatan yang penting akibat keuntungan yang Jepang akan dapatkan. Keuntungan ini disebabkan oleh Inggris yang merupakan negara tujuan ekspor terbesar Jepang sehingga dengan kesepakatan ini, tarif dikabarkan akan dihilangkan. Sehingga, pendapatan ekspor Jepang berpotensi akan meningkat dengan hilangnya kebijakan tarif tersebut.

Dengan ketidakpastian ini, kesepakatan tersebut dapat tertunda bahkan batal, yang membuat tarif tahun depan akan naik dan mengurangi pendapatan ekspor Jepang. Oleh karena itu, perekonomian Jepang sedang terlihat tidak pasti yang membuat besarnya dampak terutama terhadap Yen Jepang.

Status Safe-Haven Yen Terancam

Bersama dengan penutupan Nikkei 225 sebesar 1,5% hari ini, Yen mengalami penurunan terhadap beberapa mata uang utama lebih dari 0,5%. Penurunan ini membuktikan bahwa pengunduran diri tersebut memiliki dampak yang besar untuk pasar keuangan. Dengan perekonomian yang ditinggal Shinzo Abe, kemungkinan besar Jepang akan mengalami ketidakpastian dan berpotensi membuat Yen terus terdepresiasi.

Perbandingan USD (Hijau), JPY (Kuning), CHF (Merah)

Dengan depresiasi Yen Jepang (JPY), statusnya sebagai mata uang safe-haven atau pengaman, berpotensi untuk hilang. Hal ini disebabkan stabilitasnya yang mungkin hilang dengan penurunan yang terus terjadi. Namun, jika dibandingkan dengan mata uang pengaman lainnya seperti Dolar Amerika (USD) dan Swiss Franc (CHF), posisi Yen masih aman walau terlihat mengalami penurunan. Kemudian, jika dilihat, Yen masih lebih kuat dibandingkan USD yang terlihat terus tergerus oleh kebijakan ekspansif bank sentralnya.

Mengingat kondisi perekonomian negara-negara yang tidak stabil, depresiasi ini memang tidak bisa dihindari. Dengan kebijakan stimulus yang terus berlanjut untuk Amerika, dan Swiss yang mengumumkan resesi, nampaknya mata uang safe-haven utama dunia akan mengalami depresiasi bersamaan.

Oleh karena itu, kedepannya kemungkinan jika JPY terus turun, bersama dengan USD dan CHF, investor akan mencari aset lain sebagai pengaman. Target selanjutnya yang dapat dipantau adalah komoditas seperti emas dan juga aset kripto seperti bitcoin. Hal ini disebabkan aset tersebut yang berpotensi menjadi tujuan selanjutnya sebagai aset safe-haven. Namun, untuk Yen, saat ini fokus utama adalah pemantauan terhadap kesepakatan dagang dengan Inggris dan juga pergantian perdana menteri.

Tags: