ERAA menyatakan bahwa perusahaannya telah siap untuk menghadapi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kedua yang akan diterapkan. Pernyataan ini dibuat akibat telah banyaknya persiapan dan inovasi yang telah dan akan dibentuk untuk menghadapi kondisi saat ini.

ERAA Siap Menghadapi PSBB Kedua

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mengaku telah menyiapkan diri terkait DKI Jakarta yang akan memberlakukan pemberlakuan PSBB kedua. Menurut Wakil Direktur Utama ERRA , Hasan Aula, perusahaan selalu berusaha berinovasi. Selain itu, perusahaan dan menggulirkan strategi baru untuk mendongkrak penjualan pada kuartal ketiga ini. Dia menggambarkan, salah satu inovasi adalah inisiatif O20 atau online to offline, mobile selling, layanan pesan antar, dan beragam strategi penjualan lainnya.

Adapun, ERAA termasuk emiten yang beruntung masih bisa mencatatkan pertumbuhan laba 3,8 persen secara tahunan menjadi Rp113,4 miliar selama enam bulan pertama tahun ini. Tapi, ERRA mencatatkan penurunan penjualan sebesar 6,26 persen menjadi Rp14,46 triliun pada periode yang sama.

Sebagai informasi, penurunan penjualan ERRA di semester I-2020 disebabkan penjualan segmen telepon selular dan tablet yang terkikis 10,33% menjadi Rp 10,76 triliun dari sebelumnya Rp 12 triliun. Segmen ini berkontribusi paling besar terhadap penjualan ERAA. Namun, kontribusi dari Apple South Asia Pte. Ltd., Singapore justru meningkat terhadap total penjualan menjadi 16.86%, padahal tahun sebelumnya kontribusinya hanya 5,45%. Kondisi serupa juga dialami oleh PT Xiaomi Technology Indonesia yang berkontribusi 12,25% terhadap pendapatan dari sebelumnya 8,85%.

Baca juga: Ace Hardware Resmi Tutup Tiga Gerai Tahun Ini Akibat Masa Sewa

Sementara itu, penjualan segmen lainnya justru mengalami peningkatan. Penjualan segmen voucer misalnya, di semester I 2020 mampu meningkat 8,6% tahunan menjadi Rp 2,14 triliun. Kenaikan penjualan juga dialami segmen komputer dan peralatan elektronik lainnya yang bertumbuh menjadi Rp 575,2 miliar. Periode yang sama tahun lalu penjualan segmen ini tercatat Rp 551,22 miliar.

Penjualan segmen aksesoris dan lain-lain juga meningkat menjadi Rp 987,9 miliar dari sebelumnya Rp 910,7 miliar. Sementara dilihat dari pemasoknya, PT Samsung Electronics Indonesia masih berkontribusi paling besar terhadap penjualan, hingga 24,29%. Kontribusi itu lebih mini dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 24,33%.

Analisis Saham ERAA

Analis Danareksa Sekuritas, Andreas Kenny, menyatakan prospek bisnis ERAA masih cenderung stabil pada tahun ini tercermin dari kinerja keuangannya yang tidak terlalu terdampak terlalu parah dibandingkan pemain ritel lain. ERAA juga dianggap sebagai emiten ritel yang relatif tangguh di tahun ini akibat diuntungkan kebijakan IMEI (International Mobile Equipment Identity) sehingga pembeli merasa membeli lewat jaringan ritel Erajaya adalah pilihan terbaik.

Pergerakan Harian ERAA

Untuk saat ini saham ERAA baru saja terlihat bergerak turun dari pergerakan besarnya yang naik akibat sentimen PSBB kedua. Namun, hari ini pergerakan turun itu terlihat memulih dengan tingginya dorongan beli. Jika ternyata kesiapan dari ERAA diambil menjadi sentimen positif, kemungkinan saham ini akan naik.

Apa bila naik, kemungkinan tujuan selanjutnya berada di sekitar Rp 1.616 sebelum terus naik ke Rp 1.726. Kemudian, jika saham terus naik, target selanjutnya kemungkinan berada di Rp 1.803 sebelum menyentuh Rp 1.863 dan terus naik ke atas. Tetapi, jika ternyata sentimen negatif dari PSBB pada pekan depan masih kuat, kemungkinan saham akan turun.

Jika turun, kemungkinan tujuan selanjutnya berada di Rp 1.481 atau batas bawah saat ini. Apa bila terus turun, kemungkinan tujuan selanjutnya berada di Rp 1.222 dan kemudian Rp 1.100. Pergerakan yang terus turun akan membawa saham ini ke harga terendahnya pada tahun ini di Rp 841. Namun, melihat indikator Fibonacci, nampaknya dengan kenaikan di daerah 38,2%, nampaknya pergerakan masih akan terus naik.

Dilansir dari IPOTNEWS

Tags: