Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat hingga mencapai rekor pada perdagangan Kamis, 28 Oktober 2021. Wall street cetak rekor seiring pendapatan yang kuat dari perusahaan-perusahaan besar sehingga mendukung kepercayaan investor.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 bertambah 0,98 persen ke posisi 4.596,42. Indeks Nasdaq melonjak 1,39 persen ke posisi 15.448,12. Indeks Nasdaq pun mencapai rekor intraday. Indeks Dow Jones melonjak 239,79 poin atau 0,68 persen ke posisi 35.730,48, tepat di bawah level tertinggi sepanjang masa.

Sementara itu, saham Ford menguat 8,7 persen dan mencatat kinerja terbaik pada 2021 setelah melaporkan pendapatan dan meningkatkan prospek. Produsen mobil ini mengatakan, peningkatan ketersediaan semikonduktor selama kuartal ini untuk meningkatkan produksi.

Saham Merck dan Caterpillar juga menguat ikuti pendapatan. Saham Apple dan Amazon masing-masing naik 2,5 persen dan hampir 1,6 persen sehingga dongkrak indeks Nasdaq. Saham Tesla naik 3,7 persen melanjutkan pengautan setelah melaporkan kinerja keuangan yang mengalahkan harapan.

Hampir setengah dari perusahaan S&P 500 telah melaporkan pendapatan kuartal III 2021 dengan sebagian besar memberikan hasil lebih baik dari perkiraan.

“Penghasilan telah membantu dan pengingat bahwa pelaporan perusahaan Amerika Serikat sejauh ini lebih baik dari pada rata-rata jangka panjang,” ujar Head of Thematic Research Deutsche Bank, Jim Reid, dilansir dari CNBC, Jumat (29/10/2021).

Ia menambahkan, laporan keuangan perusahaan masih lebih sehat dibandingkan dengan sejumlah cerita kesuraman stagflasi yang terlihat hingga September dan awal Oktober mungkin membantu reli.

Di sisi lain, musim pendapatan kini terlihat titik lemah. Saham Northrop Grumman dan eBay ditutup melemah setelah laporan kuartalan yang mengecewakan.

Pergerakan saham terjadi dibayangi laporan data ekonomi AS yang mengecewakan. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal III 2021 mencapai dua persen di bawah harapan 2,8 persen. Angka itu menandai perlambatan dari pertumbuhan 6,7 persen pada kuartal II 2021.

Namun, laporan kuartal III 2021 menangkap sebagian besar gelombang delta COVID-19 yang bergulir di Amerika Serikat tetapi sejak itu surut membuat sejumlah pihak percaya itu perlambatan jangka pendek.

“Kunci laporan produk domestik bruto (PDB) kuartal III untuk pasar, bagaimanapun tampaknya bukan tingkat pertumbuhan yang lebih lambat sebanyak musim panas lalu. Harga saham hari ini lebih fokus pada musim dingin dan bahkan musim panas mendatang dari pada yang terjdi musim panas lalu,” ujar Direktur Pelaksana Goldman Sachs, Chris Hussey.

Sumber

Baca juga: Saham Wall Street Masih Menunjukkan Indikasi Untuk Terus Turun