GoTo Revisi Prospektus, Harga Saham Berubah

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk memutuskan harga saham perdana yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Pada awalnya, harga saham GoTo ditawarkan pada kisaran Rp 316-Rp 346 per saham. Dalam revisi prospektusnya belakangan ditetapkan Rp 338 per saham.

GoTo menawarkan sebanyak 46,7 miliar saham baru Seri A yang merupakan gabungan saham baru yang diterbitkan dan saham tresuri. Nilai penawaran umum perdana saham dalam prospektus sebesar Rp13,72 triliun. Jumlah itu tidak mencapai proyeksi semula yang menembus Rp17,99 triliun.

Masa penawaran umum saham perseroan akan digelar pada 1 – 7 April 2022 dan pencatatan di Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham GOTO dijadwalkan pada 11 April 2022. GoTo telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek atau joint lead underwriters untuk IPO.

CEO Grup GoTo Andre Soelistyo mengaku bersyukur melihat tanggapan positif para investor, yang tetap bertahan di tengah gejolak ekonomi makro dan pasar global.

“Mampu memasuki pasar dalam kondisi saat ini merupakan bukti potensi jangka panjang bisnis GoTo yang akan menguatkan neraca Perusahaan dan menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham. Pasar modal Indonesia memiliki ketangguhan dan kapasitas untuk mendukung pencatatan dengan skala sebesar ini.” katanya, dalam keterangan tertulis, Kamis (31/3).

Maximilianus Nico Demus, Direktur Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan mahal dan murahnya harga saham pada saham teknologi bermuara pada dua hal. Yakni ekspektasi dan persepsi.

Baca juga: GoTo Lepas Saham IPO Mulai Rp 316-Rp 346 per Saham

“GOTO memiliki ekspektasi yang tinggi. Sedangkan bicara persepsi apaka saham GOTO ini akan terbang atau turun tergantung lagi dengan nominal dan valuasi perusahaan,” jelasnya kepada Investing, Kamis (31/3).

Ia menambahkan nilai nominal saham tidak berbanding lurus dengan valuasi saham. Oleh karena itu, berkaca dari pengalaman IPO PT Bukalapak.com (BUKA), maka investor harus memperhatikan risiko dan durasi berinvestasi pada saham teknologi. Saham teknologi yang masih memiliki laporan keuangan yang merugi harus dilihat horizon waktu investasinya lebih panjang ketimbang saham konvensional.

“Bila untuk jangka pendek bisa juga investor melirik saham yang terafiliasi dengan saham GOTO misalnya PT Bank Artos Indonesia Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Astra International Tbk. Dari kami merekomendasikan saham PT Bank Artos Indonesia Tbk dengan target harga 19.000,” jelasnya.

Namun investor juga mesti memahami saham GOTO juga memiliki perbedaan dengan saham BUKA. Terlebih banyak mekanisme yang menjaga harga saham GOTO tetap terjaga seperti opsi greenshoe dan lock up.

“GOTO juga berbeda karena dengan buka karena saham ini akan didominasi oleh investor lokal. Sedangkan Bukalapak.com dulu juga banyak dikejar oleh investor asing dan dibeli oleh asing.

 

Sumber

Baca juga: Demi GoTo, BEI Ubah Aturan Papan Utama