Bukalapak.com, Perusahaan e-commerce Indonesia, akan menawarkan saham sebanyak-banyaknya sebesar 25.765.504.851 saham biasa dalam penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin pun membeberkan sejumlah investor yang mempercayakan dananya menopang bisnis perusahaan selama ini. Namun dia menegaskan sebagian besar pemegang saham masih dimiliki Indonesia.

Beberapa nama yang disebut di antaranya Grup Emtek (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk/EMTK, lewat PT Kreatif Media Karya/KMK Online), Microsoft, perusahaan investasi dana abadi Singapura (GIC), Shinhan dari Korea Selatan, Mirae Asset-Naver Asia Growth Investment Pte. Ltd, Mandiri Capital, dan StandChart (Stardard Chartered).

Bukapalak mendapat kepercayaan strategis dari pemegang saham strategis, perusahaan tekno terkemuka Emtek, Microsoft. Perusahaan investasi GIC, Shinhan, Mandiri Capital, StandChart. Mayoritas pemegang saham masih dimiliki Indonesia,” katanya dalam konferensi pers IPO yang disiarkan langsung lewat akun Youtube, Jumat ini (9/7).

“Kami ingin agar ekosistem yang kami kembangkan bisa membantu UMKM, mengurangi kesenjangan pelayanan di masyarakat, harapan kami, semua orang bisa memulai usaha dengan mudah. UMKM bisa memanfaatkan teknologi untuk memajukan usahanya,” jelas mantan Chief Financial Officer PT Bosowa Corporindo ini.

Dia mengatakan Bukalapak akan fokus menjadi all commerce terbaik bagi pedagang online, offline maupun masyarakat baik di kota besar maupun kota kecil. Para pelapak juga dapat bergabung dalam IPO, dan masyarakat juga bisa membeli saham Bukalapak jika ingin bagian perjalanan Bukalapak, sekaligus memberdayakan.

“Anda dapat bergabung melalui penawaran perdana saham Bukalapak,” katanya.

Saat ini Emtek memang paling besar memiliki Bukalapak di samping investor lainnya. Berdasarkan prospektus IPO, tercatat ada 54 institusi dan perorangan dan 1 pemegang saham lainnya (yang terdiri dari 204 pemegang saham perorangan yang merupakan karyawan atau eks karyawan perseroan).

Saat ini Kreatif Media Karya terbesar dengan 31,90%, API Hong Kong Investment 17,40%, dan Archipelago Investmet Ptd Ltd 12,60%.

 

Dalam IPO ini, Bukalapak.com akan menawarkan saham sebanyak-banyaknya sebesar 25.765.504.851 saham biasa.

Saham ini ditawarkan dengan nilai nominal Rp 50 setiap saham, yang mewakili sebanyak-banyaknya sebesar 25,0% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.

Berdasarkan prospektus yang disampaikan di media massa pada Jumat ini (9/7), saham ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran berkisar antara Rp 750 sampai dengan Rp 850 setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS).

Jumlah seluruh nilai Penawaran Umum Perdana Saham ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 21.900.679.123.350, alias nyaris Rp 22 triliun.

Masa penawaran awal (bookbuilding dalam penentuan harga) yakni 9-19 Juli, tanggal efektif dari OJK diharapkan pada 26 Juli dan masa penawaran umum pada 28-30 Juli. Adapun target tercatat di papan perdagangan atau listing di BEI pada 6 Agustus mendatang.

Baca juga: IPO di Bursa, Bukalapak Bocorkan Underwriternya

Tags: