PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengantongi laba bersih senilai Rp89,20 miliar pada kuartal III 2022. Laba WTON naik 65,15% year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp54,01 miliar.

Melansir laporan keuangan WTON, Jumat (11/11/2022), peningkatan laba terjadi dipicu pertumbuhan pendapatan usaha sebanyak 47,95% yoy mencapai Rp3,66 triliun, dari Rp2,47 triliun yang dicapai pada kuartal III tahun lalu.

Segmen penjualan beton masih menjadi tulang punggung omset WTON sebanyak Rp3,43 triliun, disusul pemasukan dari jasa sebanyak Rp219,35 miliar, serta quarry Rp12,77 miliar. Adapun DKI Jakarta menjadi wilayah terbesar yang menyerap produk beton senilai total Rp916,72 miliar, disusul Jawa Timur Rp897,44 miliar.

Performa sembilan bulan pertama tahun 2022 ini membuat laba per saham dasar WTON tumbuh menjadi Rp10,24, dari semula Rp6,20.

Beban pokok ikut melonjak 43% yoy mencapai Rp3,37 triliun, yang sebagian besar berasal dari biaya produksi barang jadi, dan biaya langsung produksi.

Baca juga: PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Divestasi Saham

Beban umum-administrasi naik tipis menjadi Rp76,90 miliar, sedangkan bbiaya pengembangan usaha dan pemasaran masing-masing turut menjadi Rp2,73 miliar dan Rp445,06 juta.

WTON juga tampak mengamankan laba atas entitas asosiasi senilai Rp778,30 juta, tetapi mengalami rugi Rp699,668 juta melalui ventura bersama.

Neraca keuangan WTON di akhir September 2022 menunjukkan ada koreksi aset 0,54% menjadi Rp8,88 triliun, dari akhir 2021 di level Rp8,92 triliun. Jumlah kewajiban pembayaran atau liabilitas menyusut 2,87% menjadi Rp5,32 triliun, sedangkan modal/ekuitas perseroan tumbuh 3,21% menjadi Rp3,55 triliun.

Dari total modal tersebut, WTON menggenggam saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebanyak Rp372,98 miliar, dengan saldo laba yang belum ditentukan kegunaannya senilai Rp1,22 triliun. Adapun nilai kas dan setara kas di akhir periode ini mencapai Rp664,33 miliar, turun Rp215,27 juta dari awal periode.

 

 

 

Sumber

Baca juga: Bukalapak Catatkan Pertumbuhan Laba, Apa Pendorongnya?

Tags: