Saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) hari ini diperdagangkan di harga Rp 690.00 pada saat penulisan, menghijau sebesar 3,76%. Perusahaan berupaya mencatatkan kinerja positif pada tahun ini dengan memperoleh laba meskipun hanya single digit.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan membeberkan, terdapat beberapa strategi jitu dalam meraup keuntungan ditengah gejolak ekonomi global saat ini.

Seperti diketahui, Bank Neo Commerce pada kuartal III-2022 masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 601,2 miliar.

“Tahun ini kita coba kejar kalau bisa profitnya itu di single digit,” ujarnya di Gama Tower Jakarta, Rabu malam (18/1).

Tjandra mengungkapkan, perseroan akan memperluas pinjaman ke sektor produktif dengan meluncurkan produk wealth management dalam 2-3 bulan ke depan. Harapannya, dapat mendongkrak fee based income.

Baca juga: Bank Neo Commerce Right Issue, Bidik Dana Rp 1,7 T

Ia menargetkan penyaluran pinjaman dan Dana Pihak Ketiga (DPK) dapat tumbuh sekitar 30-50% secara tahunan (year on year/yoy) pada tahun ini.

Dalam hal ini, perseroan akan memperluas ekosistem dengan menggandeng beberapa platform e-commerce. “User bisa menggunakan kesempatan ini untuk bertransaksi dan ini bisa meningkatkan fee based income kami,” umhkapmya.

Selain itu, lanjutnya, perseroan akan fokus mengatur biaya pemasaran. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, maka tahun ini perseroan akan lebih selektif dan menyeleksi target penyaluran kreditnya. “Jadi, kami tidak perlu lagi jor-joran mengeluarkan biaya pemasaran seperti 2022 atau 2021,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Bank Neo tahun 2022 mampu meningkatkan aset sebesar 98% secara menjadi Rp 15,9 triliun. Dan DPK juga naik 90% yoy menjadi Rp 12,6 triliun. Sedangkan, kredit tumbuh 131,77% yoy menjadi Rp 8,9 triliun.

 

 

 

Sumber

Baca juga: Bank Neo Commerce (BBYB) Pimpin Kategori Bank Digital Dengan Lebih Dari 10 Juta Unduhan