PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) akan melakukan pemecahan nominal saham atau stock split. Aksi stock split itu telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), 24 November 2022.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (15/12/2022), stock split yang dilakukan Berkah Beton Sadaya dengan rasio 1:5 sehingga satu saham lama akan menjadi lima saham baru.

Sebelum stock split, jumlah saham perseroan sebanyak 9 miliar saham dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Dengan demikian, setelah stock split, jumlah saham perseroan menjadi 45 miliar saham dengan nilai nominal Rp 10 per saham.

Berikut jadwal stock split:

-Pengumuman di IDX tentang jadwal pelaksanaan stock split pada Rabu, 14 Desember 2022

-Akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar regular dan pasar negosiasi pada Selasa, 20 Desember 2022

Baca juga: Apa Arti dari Istilah Stock Split dalam Pasar Saham?

-Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar regular dan pasar negosiasi pada Rabu, 21 Desember 2022

-Akhir penyelesaian transaksi dengan nilai nominal lama di pasar regular dan negosiasi pada Kamis, 22 Desember 2022

-Tanggal penentuan pemegang rekening yang berhak atas hasil stock split pada Kamis, 22 Desember 2022

-Periode peniadaan perdagangan di pasar tunai selama dua hari bursa atau suspensi di pasar tunai pada Rabu-Kamis, 21-22 Desember 2022.

-Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai pada Jumat, 23 Desember 2022

Pada penutupan perdagangan Rabu, 14 Desember 2022, saham BEBS ditutup stagnan di posisi Rp 3.540.

Sebelumnya, PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) akan menggelar pemecahan nilai nominal saham atau stock split.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (23/10/2022), PT Berkah Beton Sadaya Tbk stock split dengan rasio 1:5. Dengan demikian, nilai nominal sebelum stock split Rp 50 menjadi Rp 10 per saham. Jumlah saham sebelum stock split sebesar 9 miliar saham menjadi 45 miliar saham.

Direktur Utama Berkah Beton Sadaya Tbk, Hasan Muldhani menulis, rencana stock split ini dilakukan agar harga saham perseroan di pasar bursa menjadi lebih terjangkau untuk investor terutama investor ritel serta meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di BEI. Dengan demikian diharapkan jumlah investor yang tertarik investasi di perseroan menjadi lebih banyak.

 

 

 

Sumber

Baca juga: Wijaya Karya Beton Catatkan Laba Bersih Rp89,2 M