PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan menyesuaikan bunga deposito pada tahun ini pasca Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan BI-7 Days Repo Rate (BI-7DRR) menjadi 5,25% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2022.

“Tahun ini bunga dana deposito dan kredit berdasarkan acuan bunga Jibor,” kata Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA kepada media, Jumat (18/11/2022).

Jahja juga mengatakan bunga kredit berbasis Jibor ini sudah naik mengikuti perkembangan kenaikan Jibor setelah kenaikan suku bunga yang dilakukan sebelumnya. Sedangkan penyesuaian terhadap bunga kredit jenis lain, kata Jahja, masih membutuhkan evaluasi lebih lanjut ke depan.

Di sisi lain, Jahja juga mengapresiasi langkah BI.

“Saya kira (langkah BI) ini sudah benar. Kenaikan bunga The Fed menyebabkan rupiah juga harus disesuaikan agar kurs dollar ke rupiah bisa dikendalikan secara baik,” kata Jahja.

Per September 2022, BCA membukukan peningkatan total kredit sebesar 12,6% secara tahunan. Dari sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) naik 15,1% ditopang oleh tingginya frekuensi transaksi dan peningkatan basis nasabah.

Baca juga: Saham Bank BCA dan CIMB Naik Setelah Wacana Dari Kemenkeu!

Likuiditas BCA masih aman dengan struktur pendanaan yang cukup bagus dan Dana Pihak Ketiga (DPK) ditopang oleh dana murah atau CASA dengan rasio mencapai 81% per September 2022.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan menaikan bunga kredit setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan BI-7 Days Repo Rate (BI-7DRR) menjadi 5,25% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2022.

Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mau tidak mau bang akan menaikan bunga simpanan dan kredit.

“Mau tidak mau bunga kredit akan naik juga,” jelas Lani, Jumat (18/11/2022).

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, keputusan kenaikan suku bunga pada November sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3% plus minus 1% lebih awal, yaitu ke paruh pertama 2023.

Di sisi lain, Lani mengerti atas keputusan BI tersebut. Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi apakah dibutuhkan kenaikan lebih lanjut yg dikaji oleh BI untuk kepentingan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

 

 

 

Sumber

Baca juga: Harga Saham BCA Tembus Rekor Baru!

Tags: