PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli telah suskes melaksanakan IPO dengan harga penawaran pada Rp 450 per saham. Sementara jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO Blibli berhasil dimaksimalkan sepenuhnya hingga mencapai batas atas sebanyak 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Sehingga perseroan mengantongi dana IPO sekitar Rp 8 triliun (USD 513 juta).Berdasarkan prospektus, perseroan berencana mengalokasikan Rp 5,5 triliun dana hasil IPO untuk pembayaran utang kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank BTPN Tbk (BTPN).

CFO & Co-founder PT Global Digital Niaga Tbk, Hendry menjelaskan, pinjaman itu berupa fasilitas pembiayaan yang akan dilunasi perseroan gelar penghimpunan dana lewat pasar modal.

“Jadi utang ini sendiri sebenarnya fasilitas pembiayaan yang memang sudah ada sebelumnya. Dan pada saat kami melakukan perjanjian kredit, memang ditulis bahwa pendanaan itu harus dibayar saat kita melakukan corporate action,” kata Hendry dalam Media Briefing Pencatatan Perdana Saham PT Global Digital Niaga Tbk, Selasa (8/11/2022).

Adapun nilai pinjaman terutang kedua bank itu masing-masing Rp 2,9 triliun, atau total senilai Rp 5,8 triliun.

Baca juga:  Blibli Investasi di GoTo, Cek Kabarnya di Sini!

Sementara jumlah utang yang akan dibayar menggunakan dana hasil IPO masing-masing bank sebesar Rp 2,7 triliun atau total Rp 5,5 triliun. Sisanya sebesar Rp 3 miliar akan dibayar menggunakan dana internal perseroan.

“Kami lihat dengan mendapatkan pendanaan ini, ada kepercayaan terutama dari pihak bank dengan bisnis modal kami. Bahwa kami ke depannya juga mampu melakukan pembayaran. Jadi sebenarnya ini sebuah sigial bahwa ada kepercayaan dari pihak lain atas bisnis model yang kami lakukan,” tutup Hendry.

Penawaran Umum Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO) perseroan berhasil membentuk harga perdana mendekati batas atas rentang harga penawaran pada Rp 450 per saham.

CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto menyebutkan, IPO Blibli ini mendapatkan dukungan dan minat yang kuat dari berbagai investor domestik dan internasional, yang terdiri dari sovereign wealth funds, long-only funds, multi-strategy funds, private wealth management, dan lainnya.

“Antusiasme investor berhasil mencatatkan tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) yang mencapai 4,4 kali lipat pada Penjatahan Terpusat (pooling portion). Sehingga menyebabkan peningkatan jumlah alokasi Penjatahan Terpusat dari 2,5 persen menjadi 5 persen dari keseluruhan jumlah penawaran,” ujar dia, Selasa (8/11/2022).

Dengan total kapitalisasi pasar sebesar Rp 53,3 triliun (setara dengan USD 3,4 miliar), Blibli merupakan satu-satunya internet-unicorn di Kawasan Asia Pasifik yang melantai di pasar modal sejak bulan Mei 20222 dan merupakan internet-unicorn terbesar kedua di Asia Pasifik yang melakukan IPO sepanjang tahun 20222. Ini juga merupakan IPO terbesar kedua sepanjang tahun 2022 dan IPO terbesar kelima sepanjang sejarah di Indonesia.

 

 

 

Sumber

Baca juga: Ingin Membeli Saham IPO? Simak Panduan Berikut

 

Tags: