PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2022 sebesar USD 500 juta.

Dividen interim 2022 yang dibagikan Adaro Energy Indonesia tersebut setara Rp 7,78 triliun (asumsi kurs Rp 15.577 per dolar AS). Pembagian dividen interim sesuai keputusan direksi Adaro Energy Indonesia yang telah disetujui dewan komisaris pada 21 Desember 2022.

Pertimbangan pembagian dividen interim tersebut berdasarkan data keuangan per 30 September 2022. Perseroan meraih laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD 1,90 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar USD 4,31 miliar dan total ekuitas sebesar USD 6,28 miliar.

Adapun jadwal pembagian dividen interim 2022 sebagai berikut:

-Tanggal pencatatan pemegang saham perseroan yang berhak atas dividen interim secara tunai pada 3 Januari 2023

-Pengumuman kurs konversi (dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia) di situs BEI dan perseroan pada 3 Januari 2023

-Pasar regular dan negosiasi:

Cum dividen pada 30 Desember 2022

Ex dividen pada 2 Januari 2023

-Pasar tunai:

Cum dividen pada 3 Januari 2023

Ex dividen pada 4 Januari 2023

Baca juga: Mantap! Laba Adaro Mineral (ADRO) Naik Hampir 500%

Pada penutupan perdagangan Kamis, 22 Desember 2022, saham ADRO naik 0,26 persen ke posisi Rp 3.930 per saham. Saham ADRO dibuka turun 10 poin ke posisi Rp 3.910 per saham. Pada perdagangan Kamis pekan ini, saham ADRO berada di level tertinggi Rp 3.940 dan terendah Rp 3.900 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.515 kali dengan volume perdagangan 300.125 saham. Nilai transaksi Rp 117,7 miliar.

Sebelumnya, Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), Julius Aslan melepas sebagian kepemilikan saham ADRO pada 20 Desember 2022.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, Rabu (21/12/2022), Julius Aslan divestasi saham Adaro Energy Indonesia sebanyak 3 juta lembar saham. Transaksi tersebut dilakukan sebanyak dua kali secara bertahap.

Transaksi pertama, Julius menjual 2 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 3.930. Transaksi kedua, Julius menjual 1 juga saham dengan harga pelaksanaan Rp 3.920. Dengan demikian, transaksi penjualan saham tersebut meraup dana sebesar Rp 11,78 miliar.

“Tujuan dari transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” tulis Manajemen ADRO, Rabu (21/12/2022).

Usai melakukan transaksi tersebut, Julius menggenggam 11.000.000 lembar saham ADRO. Sebelumnya, Julius menggenggam 14.000.000 lembar saham.

 

 

 

Sumber

Baca juga: ADRO Tebar Dividen Walau Terhambat Pandemi Covid-19

Tags: