PT Merdeka Battery Materials Akan Gelar IPO
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) bakal menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering atau IPO). Rencananya, saham Merdeka […]
Kurs rupiah hari ini dibuka di posisi Rp15.400 per dolar AS di perdagangan pasar spot. Mata uang Garuda melemah 24 poin atau minus 0,15 persen dibandingkan penutupan di hari sebelumnya.
Selain itu, mayoritas mata uang Asia juga melemah. Rupee India turun 0,10 persen, dolar Singapura minus 0,11 persen, peso Filipina jatuh 0,20 persen, yuan China melemah 0,24 persen, baht Thailand minus 0,30 persen, yen Jepang turun 0,38 persen, dan won Korea Selatan ambles 0,27 persen
Hanya dolar Hong Kong yang naik 0,01 persen dan ringgit Malaysia tumbuh 0,28 persen.
Mata uang utama negara maju juga mayoritas melemah. Poundsterling Inggris minus 0,24 persen, euro Eropa melemah 0,20 persen, franc Swiss turun 0,13 persen, dolar Australia minus 0,30 persen, dan dolar Kanada merosot 0,04 persen.
Setelah kolapsnya Silicon Valley Bank (SVB) The Fed diprediksi tidak akan agresif lagi menaikkan suku bunga.
Bank investasi Goldman Sachs bahkan memprediksi The Fed tidak akan lagi menaikkan suku bunga.
“Melihat tekanan yang terjadi di sistem perbankan, kami tidak lagi memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada 22 Maret mendatang,” kata Jan Hatzius, ekonom Goldman Sachs dalam sebuah catatan yang dikutip CNBC International, Senin (13/3/2023).
Goldman sebelumnya memprediksi The Fed akan menaikkan suku bunga 25 basis poin.
Meski demikian, pelaku pasar melihat The Fed masih akan menaikkan suku bunga pada pekan depan.
Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, pasar melihat probabilitas kenaikan 25 basis poin menjadi 4,75% – 5% sebesar 74%. Sementara probabilitas dipertahankan sekitar 25%.
Rilis data inflasi tersebut bisa memperkuat atau menurunkan ekspektasi tersebut. Hasil polling Reuters menunjukkan inflasi pada Februari diprediksi tumbuh 6% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya 6,4% (yoy).
Kemudian, inflasi inti juga diprediksi sebesar 5,5%, lebih rendah dari sebelumnya 5,6%. Sebelum rilis data inflasi tersebut, pasar masih wait and see, dan rupiah kembali melemah.
Baca juga: BI Naikkan Suku Bunga, Apa Saja Dampaknya?
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) bakal menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering atau IPO). Rencananya, saham Merdeka […]
Harga Bitcoin dan mata uang kripto lainnya turun pada hari Kamis (30/03) setelah lonjakan awal saat Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas […]
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) atau Sido Muncul akan membagikan dividen tunai Rp 690 miliar untuk […]
CEO perusahaan investasi aset digital Galaxy Digital mengatakan kepada investor bahwa dia terkejut dengan jumlah perhatian terkait peraturan untuk kripto […]
CEO Twitter Elon Musk mengklaim valuasi Twitter sekitar USD 20 miliar atau sekitar Rp 301,28 triliun, menurut email yang dilihat […]
Krisis Perbankan Belum Usai, Begini Kata Joe Biden Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden angkat bicara terkait krisis perbankan yang […]
© 2020 Trader Harian. 3th Floor, WTC 3, Jl. Jend. Sudirman, Kav 29-31, Jakarta, Indonesia 12920.