Harga emas hari ini makin bersinar terang. Harganya bahkan berada di kisaran tertinggi selama delapan bulan terakhir. Pada perdagangan Selasa (10/1/2023) pukul 06:22 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.870,48 per troy ons. Harga melandai 0,06%.

Kendati melemah tipis, emas sempat terbang pada hari sebelumnya. Pada perdagangan Senin (9/1/2023), emas ditutup menguat 0,32% di posisi US$ 1.871,59 per troy ons. Harga tersebut adalah yang tertinggi sejak 6 Mei 2022 atau delapan bulan terakhir.

Selanjutnya, harga emas masih menguat 1,7% secara point to point dalam sepekan. Harga emas juga menguat 4,1% sementara dalam setahun menanjak 3,8%.

Penguatan emas ditopang oleh ambruknya dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Ini Alasan yang Buat Bitcoin Bisa Kalahkan Emas

Indeks dolar ditutup di posisi 103,001, terendah sejak pertengahan Mei 2022 atau tujuh bulan lebih.

Pelemahan mata uang Greenback akan menguntungkan emas karena harga sang logam mulia semakin murah sehingga semakin terjangkau untuk dibeli.

Dolar AS sendiri melemah karena bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan mengendurkan tingkat kenaikan suku bunga mereka tahun ini.

“Suku bunga akan terus naik tetapi juga akan ada batasnya. Pelaku pasar emas sudah melakukan priced in terhadap kenaikan tersebut. Secara teknis, emas masih punya ruang untuk terus menguat,” tutur analis RJO Futures, Bob Haberkorn, dikutip dari Reuters.

 

 

 

Sumber

Baca juga: