Harga bitcoin hingga hari ini telah meningkat lebih dari 37 persen sejak awal 2023. Selain itu, harga bitcoin sedang menuju ke arah pengembalian bulanan terbaiknya sejak Oktober 2021. Para analis menyebut melemahnya dolar, ekspektasi inflasi, dan dukungan pembelian institusional menjadi penyebab reli harga Bitcoin.

Dilansir dari Yahoo Finance, Rabu (25/1/2023) Bitcoin, saat ini berpindah tangan di kisaran USD 23.000 atau setara Rp 343,9 juta hingga USD 22.000 atau setara Rp 328,9 juta. Diraihnya level ini, membuat Bitcoin diperdagangkan pada level tertinggi sejak Agustus 2022.

CEO Euler Labs, yang mengoperasikan protokol peminjaman kripto, Michael Bentley mengatakan BTC menjadi gerbang ekosistem kripto. Ini menunjuk pada peningkatan kapitalisasi pasar bitcoin terhadap semua aset kripto, yang telah meningkat menjadi 44 persen dari 41 persen dalam 14 hari terakhir.

Baca juga: Kapitalisasi Pasar Kripto Naik Berkat Bitcoin!

“Bitcoin adalah aset berisiko ekstrim dan aset tersebut akan berhasil dengan baik ketika suku bunga akhirnya mulai turun lagi,” kata Bentley.

Tahun ini, total kapitalisasi pasar kripto naik 24 persen menjadi USD 1,04 triliun atau setara Rp 15.552 triliun menurut Coinmarketcap. Di bursa di seluruh dunia, volume perdagangan spot kripto telah meningkat 64 persen menjadi USD 4 triliun atau setara Rp 59.818 triliun selama periode yang sama, menurut platform pengindeksan kripto Nomics.

Untuk bitcoin saja, volume perdagangan telah melonjak 82 persen menjadi USD 1,15 triliun atau sekitar Rp 17.197, menempatkan cryptocurrency terbesar di belakang hanya stablecoin Tether (USDT-USD) sebagai koin yang paling banyak diperdagangkan sepanjang tahun ini.

Sumber

Baca juga: 10 Mata Uang Terendah di Dunia, Rupiah Masuk Gak Ya?

Tags: