Banjir besar di Sichuan yang terjadi akibat hujan deras yang turun tanpa henti telah memaksa beberapa penambang bitcoin untuk menghentikan proses penambangannya.

Banjir Besar di Sichuan

Hujan deras yang terjadi di Provinsi Sichuan, Cina, telah menyebabkan banjir besar yang menghambat beberapa aktivitas. Dikabarkan bahwa telah terjadi penghambatan akses listrik akibat banjir yang membuat beberapa penambangan bitcoin berhenti. Banjir ini dinyatakan sebagai banjir terbesar sejak 70 tahun yang lalu. Banjir ini telah menyebar ke beberapa daerah lain, namun Sichuan masih mengalami kondisi terburuk akibat letaknya di dekat Sungai Yangtze.

Kabar ini menjadi penting akibat Sichan merupakan salah satu pusat terbesar dalam penambangan bitcoin di dunia. Dengan 50% penambang bitcoin di dunia yang berasal dari Cina, mayoritas penambang tersebut berada di Sichuan. Akibat banjir tersebut, terhambatnya akses listrik mulai terjadi yang membuat beberapa penambangan berhenti.

Baca juga: Bitcoin Bisa Menyentuh $340.000 jika Mengulangi Siklus Halving 2016

Dalam beberapa video yang beredar, terlihat bahwa beberapa penambang bitcoin telah terhantam banjir. Salah satu video memperlihatkan penambang sedang mengambil alatnya yang terendam oleh lumpur akibat banjir. Video ini disebarkan oleh Poolin, perusahaan penambang bitcoin di Cina.

Dampak dari Banjir

Banjir ini dikabarkan sebagai banjir terparah sejak 70 tahun yang lalu, mengalahkan beberapa banjir pada tahun-tahun sebelumnya. Dikabarkan bahwa sebelum, adanya banjir ini hashrate dari penambangan bitcoin telah mencapai 130 exahash per detik. Namun, setelah adanya banjir ini, hashrate tersebut turun sekitar 10% hingga 15%.

Hashrate bitcoin pada umumnya merupakan hal yang sulit diukur, dan mayoritas situs analis melaporkan tingkatnya hanya 1 atau 2 hari sekali. Namun, terdapat situs fork.lol yang mengukur hashrate bitcoin dalam jangka waktu 12 hingga 3 jam. Dari data tersebut, dikabarkan bahwa hasrate turun ke 101 exahash per detik pada Selasa pagi pekan ini.

Angka Hashrate Selasa Pagi

Sekitar 10 penambangan bitcoin kehilangan hashratenya dalam 24 jam, termasuk penambang terbesar Cina seperti Antpool, Poolin, F2pool, Houbi, dan Viabtc. 58coin&1thash, dikabarkan kehilangan 33% hashratenya dalam 24 jam pada Hari Selasa. Data juga menunjukkan bahwa penambang terbesar dalam ranah hashrate, Poolin, kehilangan 15% hashratenya dalam 24 jam. Namun, Poolin masih menjadi penambang terbesar dalam hal hashrate dengan 16 exahash per detik dan 765.531 pekerja.

Hingga saat ini banjir masih terlihat menggenang di beberapa daerah yang membuat terhambatnya penambangan. Ditambah lagi dengan adanya bencana angin kencang yang memperburuk kondisi di Cina pada saat ini. Sehingga nampaknya mayoritas penambang di Cina masih akan mengalami kesulitan.

Dilansir dari Bitcoin.com

Tags: