PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyepakati pembagian dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang dilaksanakan pada Senin, 26 April 2021.

Kinerja 2020 Terhalang Pandemi

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) ADRO, Garibaldi Thohir, menjelaskan sepanjang 2020 pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi industri batubara. Akibatnya, terjadi penurunan signifikan terhadap permintaan maupun harga batubara.

Hal ini disebabkan adanya hambatan dalam kegiatan operasional yang terhambat akibat adanya pandemi yang membatasi ruang gerak masyarakat. Hal tersebut membuat adanya halangan dalam proses operasional penambangan yang juga ditambah oleh menurunnya permintaan.

Dengan adanya pandemi, terjadi krisis dalam perekonomian yang menurunkan daya beli masyarakat sehingga terjadi damapak secara keseluruhan. Oleh karena itu, sektor energi yang waau menjadi kebutuhan primer, juga mengalami penurunan.

Walau begitu, pihaknya berhasil mencapai panduan dan mempertahankan kondisi keuangan yang sehat. Hal tersebut dilakukan melalui fokus yang berkesinambungan pada keunggulan operasi dan pengendalian biaya.

Sebagai bentuk komitmen perusahaan, tahun ini pihaknya kembali akan membagikan dividen atas kinerja tahun lalu. ADRO menjaga komitmen untuk memberikan pengembalian pemegang saham dengan membagikan dividen tunai secara berkala.

ADRO Tetap Bagi Dividen.

Dikabarkan bahwa dividen tersebut mencapai $146,8 Juta yang berasal dari penghasilan tahun 2020. Adapun dividen tersebut setara dengan $0,00459 atau Rp66,47 per lembar saham. Dari sisi rasio, ADRO juga meningkatkan rasio pembagian dividen dari laba bersih menjadi 99% dari tahun lalu sebesar 62%.

Dividend yield ADRO saat ini berada di sekitar 5,49%, yang merupakan angka baik mengingat kondisi pandemi saat ini. Persentase tersebut dihitung dengan harga saham ADRO pada penutupan perdagangan di Rp 1.210.

Sepanjang tahun lalu, ADRO mencatatkan pendapatan sebesar $2,53 miliar. Realisasi tersebut turun 26,66% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar $3,45 miliar.

Baca juga: BBCA Masuk Rekomendasi Dua Sekuritas, Bagaimana Pergerakannnya?

Beriringan dengan penurunan pendapatan, laba bersih ADRO turun 63,65% menjadi $146,92 juta. Padahal, tahun sebelumnya Adaro Energy mampu membukukan laba bersih sebesar $404,19 juta.

Untuk tahun ini, Garibaldi melihat prospek yang lebih positif dibandingkan tahun lalu. Karenanya, perusahaan telah menyiapkan berbagai rencana guna menggenjot kinerja yang lebih baik dari tahun lalu.

ADRO akan terus berfokus untuk meningkatkan keunggulan operasional, pengendalian biaya dan efisiensi dalam rangka mengatasi volatilitas industri.

 

Tags: