Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berakhir di zona merah pada sesi I perdagangan Rabu (14/12/2022).

IHSG drop 0,39% dan ditutup di 6.783,56 meski sempat menguat di awal perdagangan. Sebelumnya, IHSG sempat tembus posisi tertinggi di 6.854,1.

Mayoritas saham mengalami pelemahan. Hingga sesi I berakhir, sebanyak 299 saham drop, 201 saham menguat dan 184 saham stagnan.

IHSG justru tertekan saat mayoritas indeks Asia kompak naik. Indeks Hang Seng mengalami penguatan 0,79% dan memimpin apresiasi.

Inflasi di AS yang naik 7,1% year-on-year di bulan November 2022 dan lebih rendah dari perkiraan sehingga membuat indeks acuan Wall Street menguat 1%.

Setelah melemah di sesi I, simak ulasan teknikal di bawah ini untuk melihat arah pergerakan di sesi II.

Baca juga: Data Inflasi AS Bikin Rupiah Ambruk Lagi?

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu jam (hourly) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB sesi I, indeks sempat menyentuh batas atas BB terdekat di 6.843.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Posisi RSI turun 48,64.

Dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis MA 12 masih berada di MA 26.

Melihat berbagai indikator teknikal yang ada, peluang koreksi lanjutan IHSG masih terbuka dengan support terdekat di 6.751.

 

 

Sumber

Baca juga: Modal Asing Berbondong-bondong Masuk ke RI, Ada Apa?